Kenakan Pakaian Kulit Kayu, Kampung Dayak di Pedalaman Kutai Timur Ini Terancam Hilang Dari Pedalaman Kalimantan Timur

inNalar.com – Tidak akan ada yang menyangka dengan keberadaan Kampung Dayak di Kutai Timur, lokasinya sangat terpencil di hutan Kalimantan Timur.

Dikenal sebagai Kampung Dayak Basap, sayangnya desa ini semakin sepi bahkan terancam hilang dari hutan Kalimantan Timur.

Sebab penduduknya semakin sedikit dan jarak antar rumahnya pun merenggang jauh bak tidak bertetangga.

Baca Juga: Dulunya Bagian dari Kabupaten Serang, Kini Wilayah Seluas 266,74 km2 Itu Jadi Ibu Kota Provinsi Banten

Namun siapa sangka kampung tersepi di Kutai Timur ini masih mempertahankan budaya warisan turun-temurun dari nenek moyangnya.

Berbagai corak khas budaya Kalimantan Timur masih lestari dipegang kuat nilanya oleh para penduduk Kampung Dayak ini.

Perjalanan menuju desa terpencil tersebut melalui rerimbunan hutan lebat yang sangat luas.

Baca Juga: Kabupaten Bandung Bakal Dipencah dan Diusulkan Pembentukan Wilayah Baru, Alasannya…

Di antara pohon raksasa yang menjulang tinggi ada banyak tanaman yang ditanam langsung oleh para penduduk sekitar.

Contohnya akar lipai, warga Kampung Dayak Basap di Kalimantan Timur ini meyakini bahwa tanaman ini mujarab diminum sebagai obat sakit perut.

Sekitar 400 hektare wilayah hutan berstatus konservasi yang dikelola sebagai cagar budaya.

Baca Juga: Pecahan dari Lampung Barat, Wilayah Dengan Penduduk 164.453 Jiwa Ini Kini Jadi Surga Peselancar Dunia Uji Nyali

Berada di sekitar Cagar Budaya Goa Mengkuris, Kampung Dayak Basap ini terletak di Desa Batu Lepok, Kecamatan Karangan, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur.

Warga keturunan sub-suku Dayak Basap ini juga bisa ditemukan persebarannya di berbagai daerah pelosok Kalimantan Timur.

Para penduduknya memiliki keunikan khusus dari segi berpakaiannya. Meski keseharian telah mengenakan pakaian modern.

Namun para penduduk memiliki pakaian khas Dayak Basap yang dibuat dari kulit kayu, konon menjadi pakaian keseharian yang dikenakan oleh nenek moyang warga kampung unik di Kalimantan Timur ini.

Menariknya, kampung ini dahulu dihuni oleh banyak orang tetapi sekarang semakin sepi.

“Dulu Kampung Mengkuris ini kampung yang paling rame,” beber salah seorang warga asli Dayak Basap tersebut, menyadur dari YouTube Anak Pedalaman.

Namun kini kondisinya semakin sepi bahkan segala sudut pemandangan desa dipenuhi dengan hutan lebat tak berumah.

Menurut salah seorang pengakuan warga setempat, dahulu kelapa jatuh pun sering terinjak hancur saking ramainya.

Bahkan kala itu air sungai tampak menyusut 20 cm setiap paginya karena rajin diambil para penduduknya.

Sebagai informasi, Kampung Dayak Basap ini berada di dekat Sungai Bontok yang artinya dalam bahasa lokal adalah ‘busuk’.

Disebut dengan Sungai Busuk karena aroma yang dihasilkan dari airnya berbau dan keruh.

Kendati demikian, sepanjang area sungai tersebut dipenuhi pesona alam yang memukau mata para pelintasnya.***

 

Rekomendasi