

inNalar.com – Bagi yang bosan dengan rutinitas kota modern, cobalah berkunjung ke daerah Jawa Barat.
Sebab desa di Tasikmalaya ini cukuplah unik, karena menolak menggunakan teknologi modern dan menolak menggunakan listrik.
Dengan kata lain, saat orang-orang berkunjung kemari nantinya akan kembali seperti zaman dimana belum ada teknologi.
Baca Juga: Setelah Gempa di Tuban, Mendadak Muncul Fenomena Aneh Sungai Mendidih di Kota Batu, Pertanda Apa?
Selain itu, usia dari desa unik ini juga sudah cukup tua, karena sudah ada sejak abad ke-16.
Karena berada di daerah Jawa Barat, kampung tersebut juga masih mempertahankan budaya sunda dengan segala kearifan lokalnya.
Pada saat berkunjung kemari, jangan terkejut jika ternyata rumah-rumah yang ada di daerah tersebut masihlah cukup tradisional.
Baca Juga: Dijaga 24 Jam, Sumatera Barat Ternyata Punya Jalur yang Dijuluki Jalan Ekstrem dan Tanjakan Maut
Pasalnya rumah di kampung ini masihlah menggunakan rumah panggung berbentuk limas yang masih terbuat dari bambu, kayu, dan anyaman alami.
Disebut tradisional, masyarakat disini juga masih menjaga adat istiadat mereka, begitu pula dengan profesi yang mereka punya.
Profesi yang dimiliki masyarakat di desa unik ini seperti bertani, menganyam bambu, hingga membuat kain tenun.
Baca Juga: Kalimantan Barat Pecah! 5 Kabupaten Ini Bakal Terpisah Jika Pemekaran Wilayah Terealisasikan
Berdasarkan hal-hal diatas lah membuat masyarakat di desa daerah Tasikmalaya ini sampai menolak listrik dan teknologi, demi melestarikan adat istiadat mereka.
Bahkan mereka juga hanya akan memanfaatkan lentera atau lampu tempel untuk penerangan di malam hari, seperti yang dilansir dari kanal YouTube Yani TV Channel.
Adapun nama dari desa unik ini yaitu kampung naga yang masuk ke dalam wilayah administrasi kabupaten Tasikmalaya.
Berjarak sekitar 30 km dari pusat Tasikmalaya, kampung Naga ini berada di daerah dataran tinggi.
Bagi yang mencoba berkunjung, nantinya orang-orang akan melintasi pedesaan yang hijau beserta dengan aliran-aliran sungai yang cukup eksotis.
Saking tradisionalnya, bahkan jalanan menuju desa unik ini juga tidak menggunakan aspal, melainkan jalan yang diberi bebatuan kecil aga jalannya rata.
Maka dari itu, kampung Naga di daerah Tasikmalaya ini tentu merupakan destinasi yang cukup tepat, bagi yang ingin menjauh dari hiruk pikuk kota modern.
Masyarakat di kampung Naga ini pun cukup ramah, dan akan menerima tamu hingga mau menunjukan keahlian-keahlian tenunan mereka.
***