

inNalar.com – Di Tegal terdapat sebuah waduk yang telah dibangun sejak tahun 1952.
Bendungan tersebut dikenal dengan sebutan Waduk Cacaban dan difungsikan untuk menampung air dari sungai cacaban.
Waduk ini adalah waduk besar pertama yang dibangun pasca Indonesia merdeka.
Waduk Cacaban dimanfaatkan untuk mengairi lahan pertanian seluas lebih dari 27 ribu hektar.
Lokasinya Waduk Cacaban sendiri berada di Karanganyar, Kedungbanteng, Tegal.
Setelah puluhan tahun beroperasi, pemerintah melakukan proyek remedial terhadap proyek ini.
Pembangunan remedial waduk Cacaban dimulai pada tahun 2020 dan rampung pada tahun 2022.
Dilansir inNalar.com dari setda.tegalkab.go.id, pembangunan remedial waduk Cacaban ini meliputi penataan kawasan wisata, pengamanan tubuh bendungan dan bangunan pelimpah atau spillway.
Adapun pengerjaan berlanjsung selama 450 hari dengan jangka waktu pemeliharaan 180 hari.
Baca Juga: Bak Negeri Dongeng, Desa Terkecil di NTT Ini Ternyata Dinobatkan Jadi Desa Terindah di Dunia
Total pekerja di dalam proyek ini sekitar 300 orang dengan 70 persen berasal dari warga sekitar.
Untuk pembangunannya, pemerintah menggelontorkan dana cukup besar mencapai puluhan miliar.
Proyek remedial Waduk Cacaban ini menghabiskan dana mencapai Rp38,3 miliar.
Namun, pada saat pembangunan berlangsung proyek ini mendapat sorotan berbagai pihal.
Hal tersebut dikarenakan proyek ini dinilai tidak transparan.
Maka dari itu, banyak yang menyebut bahwa pembangunan remedial waduk ini sebgai ‘proyek siluman’.
Selain itu, beebrapa wartawan juga dilarang untuk meliput ke dalam dan dihalau oleh petugas dan pelaksana proyek dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).
Para wartawan telah diberi izin oleh Kepala Dinas Pariwisata, tetapi BBWS tetap tidak memberi izin.***