Disebut Punya Pasar Setan, Kampung Tersepi di Banjarnegara, Jawa Tengah Ini Sering Terjadi Fenomena Tak Biasa

inNalar.com – Salah satu kampung tersepi dan terpencil di Kabupaten Banjarnegara bagian selatan adalah Desa Kebutuh Jurang.

Desa angker yang terletak di Kecamatan Pagedongan, Kab, Banjarnegara, Jawa Tengah ini disebut-sebut memiliki pasar setan.

Bagaimana tidak, jumlah penduduknya yang tidak banyak ternyata tidak membuat kawasan ini terasa sepi.

Baca Juga: Kalimantan Barat Berlimpah ‘Harta Karun’, 14 Daerah di Kabupaten Landak Ini Simpan Bauksit: Terbesar 78,16 Juta Ton

Banyak masyarakat Desa Kebutuh Jurang yang mengakui bahwa daerah tersebut sering terdengar suara keramaian dan kesibukan seperti aktivitas di pasar.

Hal inilah yang menyebabkan beberapa orang mengenalinya dengan nama Kampung Pasar Setan.

Sebenarnya, lokasi menuju wilayah ini masih sama seperti area pegunungan dan tengah hutan lainnya.

Baca Juga: Bukan di Amerika, Benua Atlantis Ternyata Ada di Indonesia, Pulau Ini Diklaim Jadi Lokasi Utamanya!

Ada banyak pohon-pohon yang rindang dan tumbuh subur di sekelilingnya.

Ketika ingin mencapai perkampungannya, maka diperlukan kesabaran ekstra untuk melalui hutan tersebut.

Di Kampung Pasar Setan, rumah-rumah warga benar-benar tersembunyi serta jarak antara satu dengan lainnya pun sangat berjauhan.

Tidak heran jika dijuluki sebagai kampung tersepi dan paling terpencil di daerahnya.

Dilansir InNalar.com dari akun YouTube Tedhong Telu konon katanya di kampung tersebut sering terdengar suara keramaian seperti di pasar.

Area Kampung Pasar Setan ini sendiri dahulunya bahkan sangat terisolir karena belum ada jembatan penghubung untuk menuju ke lokasinya.

Sekarang pun telah dibangun jembatan penghubung agar masyarakat semakin mudah keluar masuk dari perkampungan ini.

Kawasan paling sepi ini bahkan tidak memiliki warung di sekitarnya sehingga warga yang tinggal terpaksa harus turun gunung untuk membeli kebutuhan hidup mereka.

Adapun jumlah penghuni kampung ini sekitar 10 KK saja dengan huniannya sekitar 11 rumah.

Untuk terhubung dari satu rumah ke rumah lainnya pun harus menelusuri jalan setapak sehingga benar-benar sepi dan sulit diakses.

Di sekeliling jalan setapak pun hanya berupa pepohonan lebat sehingga sama halnya seperti sedang berada di tengah hutan.

Meski begitu, kampung ini telah mendapatkan akses listrik dengan baik.

Menurut keterangan warga penduduk asli setempat, konon terdapat Pasar Setan di bagian atas perkampungan.

Walaupun terdengar suara aktivitas seperti keramaian di pasar, tetapi tidak terlihat sehingga disebutlah sebagai Kampung Pasar Setan.***

 

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]