2 Jam dari Bandung, Telaga di Kuningan Ini Bak Surga Dalam Lukisan: HTM Rp 10 Ribu Saja

inNalar.com – Kuningan Merupakan salah satu Kabupaten di Jawa Barat dan menjadi salah satu pintu gerbang masuk provinsi ini dari sebelah timur.

Kabupaten Kuningan dikenal dengan julukan sebagai “Kota Kuda” yang juga merupakan ikon dari kabupaten ini dan dianggap merupakan hewan perwujudan dari Si Windu.

Kuda gesit tersebut milik keluarga Arya Kamuning, seorang pemimpin wilayah ini pada zaman Kesultanan Cirebon dan Pajang.

Baca Juga: Vitaminsea Terbaiknya Banten, Wisata Pantai di Lebak Ini Ampuh Jadi Obat Healing Saat Libur Lebaran

Permukaan tanah Kabupaten Kuningan relatif datar dengan variasi berbukit-bukit terutama Kuningan bagian Barat.

Sementara itu, di bagian Selatan yang mempunyai ketinggian berkisar 700 meter di atas permukaan laut.

Sampai ke dataran yang agak rendah seperti wilayah Kuningan bagian Timur dengan ketinggian antara 120 meter sampai dengan 222 meter di atas permukaan laut.

Kabupaten Kuningan memiliki potensi wisata yang sangat melimpah.

Wisata yang sangat menarik di Kabupaten Kuningan adalah potensi alamnya yang memukau.

Salah satu wisata alam di daerah ini adalah berupa Telaga Biru Cicerem.

Lokasinya berada di Desa Kaduela, Kecamatan Pesawahan, Kabupaten Kuningan.

Dari Bandung, untuk menuju ke tempat wisata ini hanya membutuhkan waktu 2 jam saja.

Telaga Biru Cicerem ini memiliki pemandangan yang sangat indah dengan airnya yang berwarna biru kehijauan.

Dilansir inNalar.com dari indonesia.travel, telaha ini punya panorama bak sebuah lukisan, potret danau yang sebening kaca.

Di dalam telaga tersebut terdapat ikan-ikan koi berwarna oranye membuat siapa pun yang berfoto di Telaga Biru Cicerem menjadi viral di Instagram.

Selain itu, terdapat ayunan di atas telaga yang menggantung di bawah pohon yang bisa menjadi spot foto instagramable.

Suasana di telaga ini cukup sejuh dengan pohon-pohong rindang yang mengelilinginya.

Untuk masuk ke tempat wisata ini, kalian cukup merogoh kocek Rp10 ribu saja.

Namun, dibalik semua keindahan tersebut, ada sejarah menarik yang perlu kalian ketahui.

Menurut cerita yang berkembang di masyarakat, tempat ini tidak lepas dari sosok Nyi Bomas Inten.

Nyi Bomas Inten merupakan warga desa Kaduela yang menikah dengan pria berdarah bangsawan.

Suami Nyi Bomas ditugaskan untuk menyebarkan agama Islam pada masa Wali Songo di seluruh wilayah desa Kaduela yang pada saat itu didominasi oleh umat Hindu.

Ada pula cerita lain yang menceritakan terdapat seorang wali yang datang ke lokasi telaga untuk menyebarkan agama Islam.

Pada saat itu, warga sekitar mengaku kesulitan untuk mendapatkan air, maka wali tersebut mengetukkan tongkatnya ke tanah dan akhirnya keluar air yang memenuhi telaga.

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]