

inNalar.com – Berbicara mengenai Aceh, tentu kita mengingat bencana dahsyat tsunami pada tahun 2004 silam.
Pada tanggal 26 Desember 2004, terjadi sebuah gempa dahsyat di Aceh dengan kekuatan 9,3 SR yang diikuti oleh serangkaian tsunami dahsyat.
Kesedihan dan kehilangan tersebut sangat membekas bagi keluarga korban hingga saat ini.
Untuk mengenang peristiwa tersebut, pemerintah membangun sebuah museum megah di Aceh.
Dikenal dengan nama Museum Tsunami, lokasinya berada di Jl. Sultan Iskandar Muda, Sukaramai Kec. Baiturrahman, Kota Banda Aceh.
Bersumber dari kanal Youtube Intan Rajiatul Jummi, akan dibahas mengenai Museum Tsunami Aceh.
Setelah bencana Aceh, pemerintah membangun museum yang didalamnya banyak sekali kenangan tentang tragedi tsunami tersebut.
Sebelum masuk ke dalam, pengunjung diwajibkan untuk membeli tiket masuk terlebih dahulu.
Harga tiket masuknya untuk orang dewasa hanya Rp5 ribu dan untuk anak-anak Rp3 ribu.
Memasuki ke dalam gedung, kita menyusuri lorong yang cukup gelap dengan sedikit cahaya.
Di ruangan selanjutnya, terdapat berbagai foto-foto ketika terjadi tragedi tsunami.
Kemudian, menjelajah ke ruangan selanjutnya yakni ruangan sumur doa dimana di sana terdapat tulisan nama-nama orang yang meninggal pada saat tragedi tersebut.
Selanjutnya, masuk ke dalam lorong kebingungan. Mengapa namanya kebingungan? Karena jalandi ruangan ini agak memutar.
Masuk ke jembatan perdamaian, di jembatan dalam ruangan tersebut di apit oleh kolam ikan di kanan dan kirinya.
Perlu diketahui bahwa Museum ini dibangun dengan dana sekitar Rp 70 miliar dan memiliki 2 lantai.
Lantai 1 merupakan area terbuka yang bisa dilihat dari luar dan fungsinya sebagai tempat untuk mengenang peristiwa tsunami.
Sedangkan di lantai 2 museum ini berisi media-media pembelajaran berupa perpustakaan, ruang alat peraga, ruang 4D (empat dimensi), dan souvenir shop.
Eksterior museum ini mengekspresikan keberagaman budaya Aceh dengan ornamen dekoratif berunsur transparansi seperti anyaman bambu.
Tampilan interiornya akan menggiring Anda pada perenungan atas musibah dahsyat yang diderita warga Aceh sekaligus kepasrahan dan pengakuan atas kekuatan dan kekuasaan Tuhan.
Itulah ulasan mengenai museum tsunami Aceh di Kota Banda Aceh.***