Progres Megaproyek Jalan Tol di Aceh Rp12,94 Triliun Ngadat 3 Tahun, Akhirnya Momen Ini Jadi Pelecutnya


inNalar.com –
Dinanti-nanti banyak pihak, megaproyek jalan tol di Aceh ini dulu digadang selesai pada tahun 2020, merujuk pada target KPPIP.

Namun apa daya progres jalan tol di Aceh ini rupanya masih menanti progres penyelesaian seksi terkahir.

Sebagai selingan informasi terlebih dahulu, infrastruktur jalan ini sering disingkat dengan nama Sibanceh.

Baca Juga: Peras Anggaran Rp16,7 Triliun, Jalan Tol di Lampung Ini Awalnya Kurang Diminati Investor, Kini Nasibnya…

Jadi Sibanceh merupakan singkatan dari ruas Jalan Tol Sigli – Banda Aceh dengan bentang panjang mencapai 75 kilometer.

Pembangunan jalan tol ini dibagi menjadi enam seksi, dengan titik mula sesi I dimulai dari trase Baitussalam-Kutabaro sepanjang 5 kilometer.

Dilanjutkan kembali ke seksi II menembus hingga Blang Bintang sepanjang 8 kilometer.

Baca Juga: Nyaris Jadi Proyek Mangkrak Riau, Sengkarut Pembangunan Jalan Tol di Pekanbaru: 7 Tahun Lahan Alot hingga Pipa Bocor Chevron

Kemudian titik tempuh selanjutnya di seksi III sampai di Indrapuri dengan lintasan panjangnya 13 kilometer.

Lalu seksi IV berlanjut menembus Jantho dengan bentang 16 kilometer dan Seksi V pun berakhir di Seulimeum sepanjang 6 kilometer.

Apa yang masih dinanti dari megaproyek Jalan Tol Sigli – Banda Aceh (Sibanceh) ini adalah seksi VI alias trase terakhir.

Baca Juga: Harga Lahan 2 Desa Pelosok Riau Ini Menggila Usai Pekanbaru-Dumai Terhubung Jalan Tol, 7 Faktor Inilah yang Diperhitungkan

Tahap terakhir dari megaproyek jalan tol di Aceh ini membentang dari Seulimeum sampai dengan Padang Tiji.

Jarak lintasan yang digarap memang jadi yang terpanjang di antara kelima seksi lainnya, yakni mencapai 25 kilometer.

Namun usai sempat disebut bakal rampung akhir tahun 2023, agaknya target terakhir kali ini mau tidak mau harus tergapai.

Baca Juga: Biaya Konstruksinya Rp2,1 Triliun, Jalan Tol Serpong Cinere Sempat Tak Kunjung Beroperasi, Kenapa?

Sebagai informasi, usai terkonfirmasi pada Desember 2023 progres proyek ruas tol ini masih 63 persen.

Target penyelesaian jalan tol di Aceh ini pun pada akhirnya dibatasi pada kuartal I tahun 2024.

Harapannya apabila awal tahun ini infrastruktur Tol Sibanceh dapat selesai menyempurnakan lintasannya sepanjang 74,2 kilomeyer.

Maka tentu saja keberadaan PON XXI tahun 2024 di Aceh dan Sumatera Utara inilah yang menjadi pelecut semangat penyelesaiannya.

“Proses pembangunannya masih terus dipacu dan ditargetkan beroperasi sebelum pelaksanaan PON XXI/2024 berlangsung,” dikutip dari Portal Informasi Pemerintah Provinsi Aceh.

Pasalnya ada momen di daerahnya yang bakal jadi agenda penting Pemerintah Provinsi Aceh.

Perlu diketahui, kendala besar penyelesaian proyek yang satu ini pada dasarnya cukup klasik.

Namun yang menjadi keunikannya adalah ketika megaproyek Jalan Tol Sigli-Banda Aceh ini berpotensi ‘nabrak’ makam anonim.

Alhasil, sulit untuk menemukan jejak ahli waris yang dapat dilibatkan dalam proses izin pemindahannya.

Bagaimana pun Gubernur Aceh Bustami tetap optimis bahwa megaproyek ini dapat selesai tepat waktu.

Sebagai informasi, Ruas Tol Sibanceh ini memakan biaya investasi sebesar Rp12,94 triliun, merujuk pada data KPPIP.

Kabar gembiranya adalah tol ini mampu memangkas waktu dari Sigli menuju Banda Aceh hanya dalam satu jam.

Padahal sebelum adanya infrastruktur ini perjalanan di antara kedua daerah bisa sampai 3 jam.***

Rekomendasi