

inNalar.com – Warga Sumatera Barat (Sumbar) bahagia lantaran akan ada proyek jalan tol termahal ke wilayahnya dari Riau.
Namun sayangnya beda nasib dengan Proyek Jalan Tol Riau-Sumatera Utara, karena ruas tersebut dikonfirmasi gagal nyambung.
Keputusan tersebut ditangkap saat Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, menyampaikan laporan kinerja PSN 2023.
Padahal ongkos bangun jalan tol menuju Sumatera Utara tidak sefantastis proyek jalan tol termahal Riau ke Sumatera Barat.
Disebut proyek jalan termahal, karena investasi pembangunan jalan tol penghubung Riau dan Sumatera Barat mencapai Rp78,09 triliun.
Sementara proyek ruas tol Kisaran – Rantau Prapat – Dumai akan sedot investasi sebesar Rp33,72 triliun.
Baca Juga: Tol Dumai Rantau Prapat Terpental dari Daftar PSN, Riau dan Sumatera Utara Terancam Gagal Terhubung
Sayang sekali trase Kisaran – Rantau Prapat tidak nongol lagi dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) 2024.
Lebih lanjut, Airlangga Hartarto ungkap penyebab lebih lanjut terkait permasalahan ruas tol penghubung dua provinsi yang mentok di Kisaran ini.
Proyek jalan tol yang dikonfirmasi gagal nyambung ini disebabkan seputar permasalahan dana.
Duit pembangunan jalan tol penghubung Riau ke Sumatera Utara ini belum deal dan mencukupi.
Hal tersebut telah dipertegas Menko Bidang Perekonomian sejak Oktober 2023 melalui keterangan pers di Jakarta.
Penyebab dikeluarkannya adalah “Karena proyeknya memang antara off-taker dan financial-nya belum closing,”tegas Airlangga Hartarto.
Pada satu sisi, proyek jalan tol termahal Riau ke Sumatera Barat melalui ruas Padang-Pekanbaru berlanjut.
Diketahui progres Jalan Tol Padang-Sicincin Seksi I sudah menembus konstruksi 47,22 persen.
Target penyelesaiannya pun digadang akan selesai pada Bulan Juli 2024 mendatang.
Namun beda nasib dengan proyek jalan tol di Sumatera Utara yang gagal nyambung ke Riau ini.
Ruas tol yang bermula dari Kisaran hingga Rantau Prapat dan menembus Dumai ini harus ngadat.
Jalur tol sepanjang 111 kilometer perlu pengkajian ulang dan penyiapan lebih lanjut utamanya terkait dana realisasi proyeknya.
Melansir dari Portal Kemenko Perekonomian, ruas tersebut masih dalam tahap penyiapan.
Diharapkan Jalan Tol Trans Sumatra semakin lengkap dengan bersambungnya Sumatera Utara ke Riau.
Ruas tersebut tentu begitu penting bagi masyarakat, berkaca dengan positifnya arah pertumbuhan ekonomi kdua provinsi.
Menurut data Badan Pusat Statistika, Provinsi Sumatera Utara mengalami pertumbuhan ekonomi hingga 5,01 persen pada tahun 2023.
Sementara provinsi satunya tumbuh pula sebesar 4,21 persen pada periode yang sama.
“Alhamdulillah, Ekonomi Riau tahun 2023 masih dapat tumbuh sebesar 4,21 persen,” dikutip inNalar.com dari Portal Humas Riau.
Potensi sektor pariwisata yang berlimpah dari kedua provinsi juga bisa memberikan gambaran cerah arah pembangunan daerah agar bisa tumbuh.
Tentu hal tersebut akan menjadi potensi positif bagi kedua provinsi untuk terus digenjot pembangunannya melalui proyek jalan tol.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi