

inNalar.com – Tol Semarang Solo merupakan jalan tol di Provinsi Jawa Tengah.
Seperti namanya, ruas ini menghubungkan Kota Semarang dengan Solo dan melewati 5 kabupaten/kota.
5 kabupaten/kota tersebut meliputi Semarang, Kabupaten Semarang, Kota Salatiga, Kabupaten Boyolali, dan Kabupaten Karanganyar.
Baca Juga: Bukan di Gotthard Swiss, Gerbang Tol Salatiga Tawarkan Panorama Indah Berlatarkan Gunung Merbabu
Tol ini mulai dibangun 1 Maret 2009 oleh Jasa Marga dengan total lintasan sepanjang 72,64 km.
Berada di kawasan pegunungan, jalan di tol ini naik dan turun, serta memiliki banyak jembatan.
Ruas tol Semarang Solo terdiri dari 5 seksi yang seluruhnya telah beroperasi penuh.
5 seksi tersebut meliputi Semarang-Ungaran (10,8 km), Ungaran-Bawen (11,9 km), Bawen-Salatiga (17,3km), Salatiga-Boyolali (24,1km) dan Boyolali-Solo (7,7 km).
Tol Semarang Solo telah resmi beroperasi penuh pada Desember 2018.
Untuk merealisasikan tol ini, pemerintah menggelontorkan dana mencapai triliunan rupiah.
Biaya yang dibutuhkan untuk membangun tol ini totalnya Rp6,1 triliun.
Untuk biaya konstruksinya saja, tol Semarang Solo ini habiskan dana Rp2,4 triliun.
Sementara itu, untuk pengadaan tanah sendiri pemerintah mengucurkan dana Rp800 miliar.
Meski begitu, proyek tol Semarang Solo ini sempat mendapat protes dari warga.
Beberapa warga yang terdampak proyek ini memprotes pengosongan lahan yang akhirnya dilakukan secara paksa oleh tim pembebasan tanah.
Warga sekitar menilai bahwa ganti rugi yang telah dikonsinyasi tidak sesuai.
Meski begitu, masalah ini telah teratasi dan jalan tol Semarang Solo berhasil dioperasikan hingga sekarang.***