

inNalar.com – Progres pembangunan megaproyek jalan tol di Sumatera Utara menunjukkan hasil positif, meski karenanya ada banyak desa yang terbelah oleh lintasannya.
Namun tahukah bahwa dari sekian banyak pembangunan jalan tol yang melintasi desa progres megaproyek yang satu ini sempat ngadat di satu nagori.
Sebagai informasi terlebih dahulu, pembangunan jalan bebas hambatan ini melewati tiga daerah, mulai dari Kabupaten Batubara hingga Asahan.
Desa yang paling banyak dilalui pembangunan megaproyek jalan tol di Sumatera Utara ini terletak di Kabupaten Simalungun.
Adapun megaproyek jalan tol di Sumatera Utara yang banyak membelah desa atau nagori yang dimaksudkan di sini adalah ruas Indrapura-Kisaran.
Pembangunan megaproyek infrastruktur yang satu ini dimulai dari titik Gerbang Tol Indrapura.
Gerbang Tol Indrapura letaknya berada di Kecamatan Air Putih, Kabupaten Batubara.
Lintasan tol tersebut akan berakhir di Gerbang Tol Asahan yang terletak di kecamatan Pulo Bandring, Kabupaten Asahan.
Namun progres pembangunan Jalan Tol Indrapura-Kisaran ini sempat terhenti beberapa saat berada di desa pelosok Sumatera Utara.
Lebih terangnya, progres megaproyek jalan tol di Sumatera Utara ini sempat mandek di Nagori Huta Parik.
Nagori tersebut diketahui berlokasi di Kecamatan Ujung Padang, Kabupaten Simalungun.
Hambatan yang mencegat progres megaproyek Sumatera Utara, tepatnya Jalan Tol Indrapura-Kisaran ini tidak jauh dari persoalan pembebasan lahan.
Baca Juga: Habiskan Dana Rp2,2 Triliun, Jalan Tol AP Pettarani di Makassar Ini Raih Penghargaan Internasional
Namun tidak berselang lama pembangunan kembali dilanjutkan dan kini lintasan tolnya terhubung hingga Asahan.
Saat masa mudik terakhir, tepatnya pada April 2024 lalu, ruas tol Indrapura-Kisaran seksi II dioperasikan secara fungsional.
Lintasannya membentang dari Kecamatan Limapuluh hingga Pulo Bandring.
Sebagai informasi tambahan, Megaproyek Jalan Tol Indrapura-Kisaran sepanjang 47,5 kilometer ini melintasi 23 desa di Sumatera Utara.
Terdapat enam desa yang dilalui oleh lintasan tol yang ada di Kabupaten Batubara, antara lain sebagai berikut.
Keenam desa tersebut meliputi Nagori Tanjung Muda, Sumber Makmur, dan Perkebunan Tanah Gambus.
Lebih lanjut, Nagori Perkebunan Limapuluh, Mangkei Lama, dan Perkebunan Dolok.
Sementara desa yang dilintasi oleh Proyek Jalan Tol Indrapura-Kisaran di Kabupaten Asahan terdapat enam nagori.
Keenam nagori yang dilintasi meliputi Suka Makmur, Perhutaan Silau, dan Suka Damai.
Ada pula lintasannya membelah Nagori Suka Damai Barat, Tanah Rakyat, dan Gedangan.
Sementara desa yang paling banyak terbelah oleh jalan tol ini berada di Kabupaten Simalungun.
Sedikitnya terdapat 11 nagori yang dilalui seperti Bandar Rejo, Partimbalan, Sugarang Bayu, Sidotani, dan Perlanaan.
Selanjutnya ruas tol di Sumatera Utara ini pun juga melalui Nanggar Bayu, Talun Saragih, dan Banjar Hulu.
Sementara tiga nagori sisanya yang juga dilintasi tol ini, yaitu Sei Merbau, Huta Parik, dan Tanjung Rapuan.
Apabila ruas tol seksi Indrapura-Limapuluh-Kisaran ini berhasil terkoneksi secara sempurna, diharapkan geliat ekonomi ketiga daerah tersebut akan semakin melejit.
Lebih dalam, “Khususnya dari daerah wilayah Medan menuju Kisaran,” dikutip inNalar.com dari Kementerian PUPR.
Keterhubungan ketiga daerah di Sumatera Utara dengan Medan akan semakin meningkatkan pemerataan perekonomian wilayahnya.
Berkat pengorbanan 23 nagori di lintasan proyek tersebut, yang tadinya perjalanan normal ditempuh dalam 4 jam.
Setelah adanya jalan tol baru ini waktu tempuhnya bisa terpangkas hingga setengahnya.
Sebagai informasi tambahan, tol ini nantinya akan membuat tulang punggung Trans Sumatera semakin kokoh dari ujung ke ujung.
Jalan tol Indrapura-Kisaran akan semakin menyambungkan ruas dari Banda Aceh sampai dengan Pelabuhan Bakauheni di Lampung.
Untuk menyambung tulang punggung Trans Sumatera, Hutama Karya selaku pihak pembangunnya menggarap megaproyek bernilai Rp6,3 triliun ini.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi