

inNalar.com – Jalan tol Bekasi Cawang Kampung melayu atau tol Becakayu merupakan jalan tol yang ada di Jakarta Timur, Kota Bekasi, dan Kabupaten Bekasi.
Tujuan dibangunnya jalan tol Becakayu ini adalah untuk mengurai kemacetan di sekitar Kali Malang.
Pembangunannya dimulai pada tahun 1996 oleh PT Kresna Kusuma Dyandra Marga.
Namun, proyek Tol Becakayu ini terhenti karena adanya krisis moneter.
Jalan tol ini dirancang sejajar dengan Saluran Induk Tarum Barat atau Kalimalang.
Kemudian, pada tahun 1998 proyek ini terhenti dan mangkrak hingga 22 tahun lamanya.
Setelah mangkrak selama 22 tahun, pemerintah memutuskan untuk kembali melanjutkan pembangunan Jalan tol Becakayu.
Kementerian PUPR menilai dilanjutkannya ruas tol ini karena tidak ingin menjadikan infrastruktur sebagai beban negara.
Mengingat tiang-tiang yang sudah dipasang ini mengkrak begitu saja dan tidak baik jika terus dibiarkan.
Selain itu, jika jalan tol ini tidak dilanjutkan maka hanya akan memberikan kerugian dari segi manfaat maupun biaya.
Jalan tol Becakayu sendiri bisa menjadi rute alternatif bagi warga Bekasi yang hendak ke Jakarta atau sebaliknya.
Tentunya kemacetan juga akan berkurang dengan penambahan enam lajur sehingga yang biasanya lewat tol Jakarta Cikampek bisa lewat tol Becakayu.
Perlu diketahui bahwa jalan tol Becakayu membentang sepanjang 21,04 kilometer.
Untuk melanjutkan proyek ini, pemerintah menggelontorkan dana hingga triliunan.
Dana yang dibutuhkan untuk merealisasikan kembali megaproyek ini sebesar Rp7,2 triliun.***