

inNalar.com – Jakarta merupakan kota metropolitan yang menjadi pusat bisnis di Indonesia.
Maka dari itu, mobilitas penduduk DKI Jakarta terbilang sangat tinggi.
Jalan bebas hambatan atau jalan tol merupakan hal yang biasa ditemui di Jakarta.
Salah satu jalan tol di Jakarta ini dikenal dengan sebutan Jalan Layang Sheikh Mohammed bin Zayed atau MBZ.
Sebelumnya, ruas tol ini bernama Jalan Tol Layang Jakarta Cikampek.
Jalan tol layang ini ini membentang sepanjang 36,84 kilometer dan terletak di tengah-tengah jalan tol Jakarta Cikampek.
Ruas tol ini berawal dari Simpang Susun Cikunir di Jakarta Timur, hingga melintasi Kota dan Kabupaten bekasi, Kabupaten Karawang,Jawa Barat.
Jalan tol ini dinamai berdasarkan nama Mohammed bin Zayed Al Nahyan—presiden ke-3 Uni Emirat Arab.
Membentang sepanjang 36,84 kilometer, ruas tol ini menjadi jalan tol layang terpanjang di Indonesia.
Uniknya, jalan tol MBZ juga merupakan jalan tol bertingkat atau double decker motorway yang pertama di Indonesia.
Hal tersebut dikarenakan ruas tol ini dibangun di atas jalan tol Jakarta Cikampek.
Selain itu, pembangunan bertingkat ini dilakukan untuk mengikuti arah lajur dari jalan Tol Jakarta Cikampek.
Baca Juga: Lee Yoo Young Ungkap Karakter yang Diperankannya di Drama Bertajuk ‘Dare To Love Me’
Keberadaan tol ini dapat memisahkan jalur kommuter Jakarta-Bekasi-Cikarang atau lajur kolektor/eksisting dengan jalur perjalanan jarak jauh tujuan Cirebon, Bandung, Semarang, dan Surabaya, hingga seterusnya.
Dengan peran dan keunikannya, tak heran bila anggaran untuk pembangunan tol ini cukup fantastis.
Dana yang dibutuhkan untuk ruas tol ini memakan biaya sekitar Rp 355 miliar per kilometer-nya.
Secara keseluruhan, untuk merealisasikan ruas tol layang ini, maka dana yang dibutuhkan mencapai Rp16,23 triliun.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi