

inNalar.com – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan telah menetapkan sejumlah lahan di desa terdampak Proyek Tol Betung-Jambi.
Proyek Tol Betung – Jambi ini cukup banyak membidik tanah desa terdampak di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.
Nantinya, lahan seluas 62,3 hektare akan dibangun sejumlah fasilitas umum.
Tidak hanya jalan tol, tetapi tanah desa terdampak di Musi Banyuasin ini nantinya akan dibangun fasilitas umum Tol Betung, Jambi.
Fasilitas umum yang bakal dibangun di sepanjang jalan tol di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan ini mencakup lahan berikut.
Nantinya sejumlah lahan desa yang dibebaskan tersebut akan beralihfungsi menjadi tiga fasilitas umum tol.
Ketiga fasilitas umum yang dimaksudkan di sini mulai dari dua titik rest area, dua simpang susun, hingga dua exit tol.
Lantas, desa mana sajakah yang terdampak oleh proyek tol ini?
Rest area pada titik yang pertama akan dibangun di atas tanah Desa Supat Timur di Kecamatan Babat Supat, Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.
Sementara rest area kedua akan berada di Desa Mekar Jaya, Kecamatan Bayung Lencir, Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.
Masih di Kecamatan Bayung Lencir, tanah di Desa Wonorejo akan diubah lahannya menjadi bangunan simpang susun tol.
Selain itu, Desa Senawar di kecamatan tersebut juga menjadi target penlok proyek jalan tol di Sumatera Selatan.
Baca Juga: Investasi Totalnya Rp14,5 Triliun, Ruas Tol di Sumatera Selatan Ini Didepak dari PSN
Namun kali ini, desa tersebut akan dibangun sebuah bangunan exit tol.
Selanjutnya, ada pula infrastruktur jalan tol yang akan dibangun di atas tanah beberapa desa terdampak di Kecamatan Sungai Lilin.
Masih satu kawasan di Kabupaten Musi Banyuasin, nantinya akan ada simpang susun yang dibangun di Desa Bukit Jaya.
Sementara di Desa Berlian Makmur, akan dibangun pula gerbang exit tol pertama.
Gerbang exit tol pertama ini juga akan mencakup lahan Desa di Kecamatan Tungkal Jaya, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.
Dengan demikian, setidaknya terdapat 7 desa yang terdampak oleh proyek jalan tol ini.
Apabila lintasannya dibentangkan seluruhnya akan membentang 169,9 kilometer.
Proses pembangunannya akan dilakukan secara bertahap, dimulai dari Seksi I Betung – Tungkal Jaya.
Lintasan jalan tol di kedua daerah Kabupaten Musi Banyuasin ini panjangnya 61,55 kilometer.
Selanjutnya, pembangunan Seksi II dari Tungkal Jaya menuju Bayung Lencir sepanjang 55,73 kilometer.
Lebih lanjut, Seksi III akan terbentang dari Bayung Lencir hingga Tempino.
Panjang seksi tersebut menjuntai hingga 33,05 kilometer.
Sementara Seksi IV Tempino menuju Simpang Ness terbentang hingga 18,97 kilometer.
Menariknya, terdapat 131 kilometer dari total lintasannya berada di wilayah Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.
Lintasan Seksi I sendiri membentang di Kecamatan Babat Supat dan Sungai Lilin.
Adapun Seksi III mencakup Kecamatan Bayung Lencir hingga tembus ke Provinsi Jambi.
Dari sekian banyak lintasan yang melewati Kabupaten Musi Banyuasin ini, maka ada usulan khusus untuk penamaan jalan tol ini.
Adapun nama jalan tol yang diusulkan adalah ‘Muba Berjaya’ sebagaimana kata ‘Muba’ diketahui berasal dari penggabungan dua suku kata kabupaten tersebut.
Kabar gembiranya lagi, ruas tol dari wilayah Betung hingga Bayung Lencir, Tempino menuju Simpang Ness Jambi akan mulai progres pada Mei 2024.
“Target selesai ruas Bayung Lencir – Tempino pada Juli 2024 ini,” dikutip inNalar.com dari Kementerian PUPR
Sementara seksi 3, yakni dari Bayung Lencir menuju Tempino ditargetkan bisa rampung pada Juli 2024.***