Gandeng Perusahaan Asal Jepang, Proyek Terowongan Tol Padang Pekanbaru Senilai Rp9 Triliun Ini ‘Bobol’ Perut Bukit Barisan

inNalar.com – Tol Padang Pekanbaru adalah salah satu ruas tol trans Sumatera yang sangat dinantikan.

Hingga kini, proyek tol Padang Pekanbaru masih terus berlangsung bahkan dikebut.

Hal tersebut dilakukan agar Tol Padang Pekanbaru cepat rampung dan masyarakat bisa merasakan manfaatnya.

Baca Juga: Disokong Jepang, Tol Padang Pekanbaru Sepanjang 255 Km Ini Bakal Jadi Solusi Anti Macet: Bentar Lagi Beres!

Pembangunan tol Padang Pekanbaru ini tidak terlepas dari bantuan asing, dalam hal ini adalah Jepang.

Melalui JICA yang merupakan perusahaan asal negeri Sakura tersebut, Jepang berkontribusi pada proyek ini.

JICA berkontribusi pada salah satu proyek dari 6 seksi di Tol Padang Pekanbaru.

Baca Juga: Makan Biaya Rp1,5 Miliar, Pembangunan Dam di Lombok Tengah Ini Harus Gusur 127 KK: Masih Sebatas Wacana?

Tepatnya pada konstruksi jalan tol Payakumbuh Pangkalan yang memang proses pembangunannya cukup sulit.

Sulitnya pembangunan ruas tol Payakumbuh Pangkalan dikarenakan adanya terowongan tol yang menembus Bukit Barisan.

Bukit barisan akan dibor dan akan dilakukan pembangunan lima buah terowongan jalan tol.

Baca Juga: Kolong Jalan Tol di Jakarta Utara Bakal Dipugar Cantik Jadi Tempat Healing, Libatkan Emiten Jusuf Hamka?

Pengeboroan bukit barisan menggunakan teknologi canggih yang juga dikerjalan oleh JICA.

Dengan tingkat kesulitan proses konstruksi maka tak heran bila biaya untuk membuat terowongan ini sangat fantastis.

Dana yang dibutuhkan untuk merealisasikan terowongan tol ini adalah mencapai Rp9 triliun.

Baca Juga: Inilah Alasan Mengapa Hotel NEO Jadi Brand yang Disukai Milenial

Dana pembangunan jalan tol Payakumbuh Pangkalan ini juga berasal dari pinjaman Jepang melalui JICA.

Terowongan tol ini nantinya akan membentang sepanjang 8,9 kilometer.

Dengan panjang tersebut, terowongan ini digadang-gadang menjadi terowongan tol terpanjang di Indonesia.***

 

 

Rekomendasi