

inNalar.com – Tol Padang Pekanbaru adalah salah satu ruas tol trans Sumatera yang sangat dinantikan.
Hingga kini, proyek tol Padang Pekanbaru masih terus berlangsung bahkan dikebut.
Hal tersebut dilakukan agar Tol Padang Pekanbaru cepat rampung dan masyarakat bisa merasakan manfaatnya.
Pembangunan tol Padang Pekanbaru ini tidak terlepas dari bantuan asing, dalam hal ini adalah Jepang.
Melalui JICA yang merupakan perusahaan asal negeri Sakura tersebut, Jepang berkontribusi pada proyek ini.
JICA berkontribusi pada salah satu proyek dari 6 seksi di Tol Padang Pekanbaru.
Tepatnya pada konstruksi jalan tol Payakumbuh Pangkalan yang memang proses pembangunannya cukup sulit.
Sulitnya pembangunan ruas tol Payakumbuh Pangkalan dikarenakan adanya terowongan tol yang menembus Bukit Barisan.
Bukit barisan akan dibor dan akan dilakukan pembangunan lima buah terowongan jalan tol.
Pengeboroan bukit barisan menggunakan teknologi canggih yang juga dikerjalan oleh JICA.
Dengan tingkat kesulitan proses konstruksi maka tak heran bila biaya untuk membuat terowongan ini sangat fantastis.
Dana yang dibutuhkan untuk merealisasikan terowongan tol ini adalah mencapai Rp9 triliun.
Baca Juga: Inilah Alasan Mengapa Hotel NEO Jadi Brand yang Disukai Milenial
Dana pembangunan jalan tol Payakumbuh Pangkalan ini juga berasal dari pinjaman Jepang melalui JICA.
Terowongan tol ini nantinya akan membentang sepanjang 8,9 kilometer.
Dengan panjang tersebut, terowongan ini digadang-gadang menjadi terowongan tol terpanjang di Indonesia.***