

inNalar.com – Proyek jalan tol kebanggaan Sulawesi Selatan ini sangat dinanti masyarakat Makassar.
Sayangnya, proses realisasi proyek strategis jalan tol di Makassar, Sulawesi Selatan ini tidak semudah bayangan.
Bermula dari perencanaan pemerintah daerah membangun jalan bypass.
“Proyek Jalan Tol Mamminasata ini awalnya direncanakan sebagai Jalan By Pass,”dikutip inNalar.com dari Kementerian PUPR.
Namun akhirnya Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mengusulkan proyek tersebut rancangannya berubah rupa menjadi lintasan jalan tol.
Apabila sesuai rancangan, trase jalan tol tersebut akan melintasi Makassar-Maros-Sungguminasa-Takalar, melansir dari KPPIP.
Gabungan dari trase lintasan tol ini selanjutnya akrab dikenal masyarakat dengan singkatan Mamminasata.
Tol Mamminasata sendiri berhasil masuk ke dalam daftar proyek prioritas nasional pada tahun 2020.
Dasar hukum masuknya proyek ini ke dalam daftar PSN, yaitu sesuai Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2020.
Sedihnya, terdapat dua PSN Sulawesi Selatan yang kala itu dicoret dari daftar prioritas realisasi.
Tentu bukan jalan tol yang melintasi Kota Makassar ini. Adapun proyek yang dicoret adalah SPAM Mamminasata dan Bendungan Jenelata.
Pada tahap ini, Proyek Tol Mamminasata masih menuai progres manis.
Pasalnya, PSN jalan tol di Makassar, Sulawesi Selatan ini sempat mengundang ketertarikan investor asing saat Market Sounding digelar.
Tidak heran, mengingat multiplier effects proyek ini cukup potensial dari segi ekonominya.
Ruas tol ini diproyeksikan dapat memudahkan para pelaku industri di Sulawesi Selatan untuk mengakses pelabuhan Makassar New Port.
Identifikasi potensi resiko daerah terdampak trase jalan tol Mamminasata pun mulai dilakukan oleh Kementerian PUPR.
Merujuk pada informasi yang dibeberkan Kementerian PUPR, setidaknya trase sepanjang 48,12 kilometer ini berpotensi akan melewati beberapa daerah terdampak.
Teridentifikasi daerah terdampak trase tol Makassar hingga Takalar ini akan memerlukan penanganan khusus soal pembebasan lahannya.
Sebab trase tol ini akan melintasi salah satunya bangunan bunker senjata di Lahan Batalyon Arhanud.
Selain itu, sebagian gedung milik Balai Riset Perikanan Air Payau dan Penyuluhan Perikanan pun masuk menjadi daerah terdampak.
Dari segi konstruksi, jalan tol yang melintasi Kota Makassar ini pun diketahui akan melintasi 5 aliran sungai.
Sehingga konsep pembangunannya pun harus diperhatikan agar tidak memberikan dampak negatif pada lingkungan.
Bahkan akses menuju lahan pertanian pun perlu dipikirkan agar para petani tetap dapat melakukan aktivitas ekonominya.
Lantas, bagaimana progres akhir proyek jalan tol yang diharap menjadi titik tumpu baru perekonomian masyarakat Makassar?
Proyek strategis Sulawesi Selatan ini berakhir dicoret dari daftar PSN. Pertimbangan dasarnya adalah kendala biaya.
Anggaran APBN yang sangat terbatas membuat pembiayaan pengadaan lahan proyek ini dipandang cukup berat.
Terlebih Pemerintah RI tengah membidik proyek yang sekiranya potensial rampung pada tahun 2024.
Adapun progres Proyek Jalan Tol Mamminasata masih dalam tahap finalisasi studi kelayakan.
Sehingga untuk bisa digarap rampung selesai tahun 2024 sangat minim probablitasnya.
Dengan demikian, nasib proyek jalan tol di Makassarini berakhir dicoret dari daftar PSN Sulawesi Selatan.***