Lalu Lintas Jakarta Makin Ruwet, Jalan Akses Pelabuhan 37,05 km di Subang Dirancang Muat Beban Traffic Super Jumbo


inNalar.com –
Traffic dari kawasan industri Jawa Barat menuju Jakarta semakin berat, jalan akses pelabuhan di Subang ini digadang menjadi solusinya.

Tidak hanya sebagai pengalih traffic ke Jakarta, jalan akses di Jawa Barat ini diharap mampu geliatkan pelabuhan baru Subang.

Sebagaimana diistilahkan Menko Airlangga Hartarto, Terminal Laut Patimban digadang menjadi pusat gravitasi dua provinsi.

Baca Juga: 33 Tahun Sulit Beres, Progres Bendungan Rp1,38 T di Deli Serdang, Sumatera Utara Makin Ngegas: Ada Pelecutnya

“Patimban diharapkan bisa menjadi center of gravity untuk Jawa Tengah dan Jawa Barat,” ungkap Menko Airlangga.

Jadi beban traffic dari kawasan industri Jawa Barat tidak lagi bertumpuk di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Selain persoalan beban lalu lintas ibukota yang semakin padat, upaya menekan cost logistik pun menjadi salah satu faktornya.

Baca Juga: Pahit Manis PSN Sulawesi Selatan, Begini Nasib Jalan Tol Makassar 48,12 km yang Berpotensi ‘Libas’ Bunker Senjata

Aktivitas ekspor-impor di area barat Pulau Jawa beberapa tahun terakhir pun diketahui cukup prospektif dan masif.

Bagaimana tidak, nilai ekspor Jawa Barat per Oktober 2023 saja menjadi yang tertinggi di Indonesia, yaitu menembus 30,76 miliar USD.

“Menurut provinsi asal barang, ekspor Indonesia terbesar pada Januari–Oktober 2023 berasal dari Jawa Barat dengan nilai US$30,76 miliar,” dikutip inNalar.com dari data Menpan RB.

Baca Juga: Kartu Perdana Telkomsel Lite Hadirkan Akses Broadband Hemat Terjangkau untuk Semua, Internetan Tanpa Beban mulai Rp25 Ribu dan Kuota hingga 60 GB

Sementara nilai impornya, menurut data BPS, tercatat pula mampu mencapai 18,67 miliar USD.

Kebutuhan infrastruktur jalan menuju gerbang laut di beberapa daerah pun menjadi sangat urgen.

Tidak heran apabila Pemerintah RI ambis membangun jalan akses Pelabuhan Internasional Patimban di Subang, Jawa Barat.

Baca Juga: Hadir Urai Kemacetan, Proyek Jalan Tol Makassar Rp705 M di Sulawesi Selatan Ini Sempat Tuai Tengkarah

Bukan sekadar jalan lebar yang melintang 37,05 kilometer, tetapi jalur ini digadang muat beban lalu-lintas super besar.

Lantas, seberapa besar muatan beban traffic kendaraan besar yang bisa melintas di jalan akses pelabuhan baru di Subang ini?

Dengan desain lebar 4 lajur yang melega 3,6 meter ini, jalan tersebut akan dirancang dengan kapasitas hariannya sebagai berikut.

Baca Juga: Babat Habis Rp1,6 Triliun, Bendungan di Konawe Ini Pernah Longsor Tapi Dibantah oleh Menteri PUPR: Bukan Waduknya yang Roboh, Melainkan…

Jalan akses Pelabuhan terbaru Subang ini akan muat beban traffic kendaraan berat hingga 100.000 per hari.

Dengan begitu, kendaraan besar dari arah kawasan industri di Cirebon, Subang, dan Majalengka lebih mudah mengakses Terminal Patimban.

Ongkos logistik pun semakin murah, operasional distribusinya pun menjadi semakin efisien.

Rencananya, jalan tol akses terminal laut yang satu ini akan terhubung langsung dengan Pantura dan ruas Tol Cikopo-Palimanan.

Sebagai informasi, sejauh ini jalan akses pelabuhan Subang ini telah beroperasi sepanjang 8,2 kilometer.

Sementara target beres tuntas seluruhnya diharapkan rampung pada tahun 2025.

Jalan akses pelabuhan di Jawa Barat ini diharapkan bukan hanya menjadi pemerata beban traffic Jakarta dan sekitarnya.

Namun juga menyokong keberhasilan world class terminal yang tengah diupayakan Pemerintah RI di kawasan Cirebon-Patimban-Kertajati (Rebana).

“Jadi harapannya, koridor utara Jawa akan lebih efisien dengan adanya pelabuhan ini, sekaligus membantu traffic di Jakarta tidak terlalu macet,” ujar Menko Airlangga, dikutip inNalar.com dari Kemenko Bidang Perekonomian.

Dalam proses pembangunan jalan akses ini pun, Pemerintah RI turut serta dalam pembangunannya sepanjang 22,94 kilometer.

Sementara lintasan sisanya diampu oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT).***

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]