Proyek IKN Berlimpah Cuan Rp146,98 Triliun, Bendungan di Kalimantan Timur Masih Perlu ‘Beranak Pinak’, Ini Alasannya


inNalar.com –
Kabar gembira, karena Bendungan Sepaku Semoi di IKN Kalimantan Timur telah impounding pada Oktober 2023.

Dengan kapasitas pasokan air baku sebesar 2500 liter perdetik, IKN dan Balikpapan tentunya akan aman dari krisis air.

Namun, dengan keberhasilan penyelesaian waduk ini apakah menjadi titik akhir dari pembangunan infrastruktur kelola air?

Baca Juga: Mulanya Jadi Sekolah Swasta Tersepi di Switzerland, Kini Biaya Studinya Semahal Ongkos Proyek Jalan Tol IKN RI: Triliunan Rupiah!

Rupanya untuk menjamin keberlanjutan pasokan air baku di ibukota baru RI, butuh kesabaran ekstra.

Pasalnya akan ada proyek waduk yang diproyeksikan masih ‘beranak pinak’ alias berlanjut.

Hal ini dilakukan Kementerian PUPR guna memastikan ketersediaan pasokan air di IKN beserta kota penyangganya aman.

Baca Juga: Bocah Laki-Laki Berusia 13 Tahun di Cirebon Alami Depresi Berat Gegara HP Dijual Ibunya: Warganet Malah Salahkan Sang Ayah!

Setidaknya daerah di Kalimantan Timur aman dari resiko krisis air selama 76 tahun ke depan.

Oleh karena itu, Danis Hidayat Sumadilaga, Ketua Satgas Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur IKN menegaskan hal tambahan.

Danis menegaskan bahwa proyek waduk akan terus berlanjut hingga setidaknya pada tahun 2045.

Baca Juga: Terkendala Jaringan Internet, Siswa SMPN 31 Kabupaten Sinjai, Pulau Sembilan Ujian di Dermaga

Tidak berhenti di situ, pasokan air pun perlu dipastikan Kementerian PUPR terjamin setidaknya hingga tahun 2100.

“Jadi ditargetkan 2035-2045 akan tersedia air 9.300 liter perdetik,” ujar Danis, dikutip inNalar.com dari Kementerian PU.

Diungkapnya, setelah Bendungan Sepaku Semoi mampu pasok air untuk warga IKN dan daerah sekitarnya di Kalimantan Timur.

Baca Juga: 5 Sekolah Internasional Termahal di Uni Emirat Arab (UEA), the Real Sultan Bukan di Rumah Penguasa Abu Dhabi

Proyek IKN, khususnya, waduk pendukung masih akan berlanjut. Sebab, nantinya populasi di daerah tersebut akan terus berkembang.

Oleh karena itu, Kementerian PUPR diproyeksikan akan terus membangun bendungan dan embung pendukung.

Hal ini dilakukan guna memastikan keterpenuhan air untuk populasi yang nantinya akan semakin berkembang.

Baca Juga: Menuju Acara HUT RI ke-79, Progres Komplek Istana Presiden di IKN Telah Capai 81 Persen

Lantas, proyek IKN apa yang akan dilanjutkan guna memastikan infrastruktur kelola air dapat penuhi kebutuhan masyarakat?

Diungkap oleh Dani bahwa akan dibangun pula Waduk Batu Lepek yang posisinya terletak di Kutai Kartanegara.

Selanjutnya, telah disebut pula proyeksi pembangunan Waduk Selamayu, Safiak, dan Beruas.

Master plan pembangunan infrastruktur kelola air ini akan menjamin pasokan bagi setidaknya daerah seluas 256 ribu hektare.

Dari tanah lapang seluas itu, terdapat 9 daerah yang diproyeksikan akan semakin berkembang di sekitar IKN.

Sebagai informasi, Kementerian PUPR meraih asupan dana terbesar dalam alokasi RAPBN 2024.

Anggota Komisi V DPR RI, Hamka Baco Kady mengungkapkan alasan di balik pengucuran dana fantastis sebesar Rp146,98 triliun.

“(Anggaran PUPR) tinggi sekali di situ salah satu unsurnya, salah satu posnya adalah pembangunan IKN,” jelasnya.

Sebagai informasi, tuturan Hamka tersebut dikutip inNalar.com dari DPR RI.

Pengucuran duit yang cukup berlimpah untuk Kementerian PUPR merupakan bagian dari ambisi Pemerintah RI untuk capai target penyelesaian infrastruktur IKN tahun ini.***

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]