Telan Dana Rp3 Triliun, Terowongan Bawah Laut Sepanjang 1,5 KM di IKN Dipastikan Tak Dimulai Pada Kepemimpinan Jokowi

inNalar.com – IKN merupakan megaproyek di Kalimantan Timur yang pada dasarnya adalah sebuah kota modern yang dibangun dari nol.

Salah satu proyek yang ada di IKN adalah proyek Immersed Tunnel Teluk Balikpapan.

Pada dasarnya, proyek ini merupakan tol bawah laut yang targetnya akan dibangun segera.

Baca Juga: 80 Persen Muridnya Berasal dari Luar Negeri, SMA Elit di Inggris Ini Biaya Asramanya Mencapai Rp1 Miliar

Kini, pembangunannya masih dalam tahap studi kelayakan atau feasibility study.

Rencananya, tol bawah laut itu nantinya bisa dilalui oleh kendaraan.

Selain itu, terowongan tersebut akan terkoneksi dengan jalan tol Balikpapan Samarinda.

Baca Juga: Nyaris Ambruk, Sekolah Rusak di Cianjur Ini Segelintir Potret Ironis Pendidikan RI, Puan: Ambil Tindakan Konkret

Tujuan dari pembuatan proyek futuristik ini adalah untuk menjaga kawasan area hutan lindung di sekitar ibu kota baru.

Adapun terdapat banyak spesies hewan yang statusnya terancam punah di wilayah IKN.

Maka dari itu, Kementerian PUPR merencanakan proyek ini yang nantinya akan jadi yang terdalam di dunia.

Baca Juga: Kuras Kantong Senilai Rp245 Juta, Sekolah Eropa di Yunani Ini Padukan Dua Kurikulum

Proyek ini nantinya akan membentang sepanjang 1,5 kilometer.

Namun, tampaknya kita harus lebih sabar lagi untuk menunggu realisasi proyek ini.

Hal tersebut dikarenakan telah dipastikan bahwa proyeknya tidak akan dimulai pada tahun ini.

Baca Juga: Muridnya Cuma 121 Orang, SMP Alam Al Ghifari di Blitar Ini Miliki Fasilitas Super Lengkap, Ada Ruang Podcast?

Bisa dibilang, proyek terowongan bawah laut di IKN realisasinya tidak di era Presiden Jokowi.

Mengingat untuk menuju pembangunan perlu berurusan dengan proses izin karena berkaitan dengan dampak lingkungan.

Melihat tahapan yang begitu rumit, agaknya proyek ini tidak mungkin dilakukan pada tahun ini.

Selain itu, diperkirakan untuk merealisasikan terowongan bawah laut IKN ini tidaklah murah yakni mencapai Rp3 triliun.***

Rekomendasi