

inNalar.com – Malaysia merupakan salah satu negara di Asia Tengara dengan akses pendidikan yang cukup baik.
Namun, terdapat salah satu wanita di Malaysia tidak menemukan sekolah yang cocok untuk sang putri.
Melihat kondisi tersebut, wanita itu rela membuat sekolah sendiri.
Tak main-main, sekolah tersebut merupakan sekolah internasional pertama di negara tersebut.
Wanita itu bernama Alice Fairfield Smith atau dikenal dengan Alice Smith.
Perlu diketahui bahwa Alice Fairfield Smith merupakan lulusan Biologi dari Universitas Harvard dan seorang guru berpengalaman.
Baca Juga: Terbaik di Kota Blitar, SMP Negeri 1 Jadi Sekolah Mantan Wakil Presiden RI: Bisa Tebak?
Sekolah yang didirikannya juga bernama Alice Smith School.
Alice Smith School didirikan pada tahun 1946 di rumahnya yakni di Jalan Eaton.
Sekolah ini telah berkembang dari awal yang sederhana karena berada di rumah pendirinya sendiri.
Sekarang sekolah ini berisikan 1.600 siswa yang berasal dari 53 negara yang berbeda.
Rentang usia siswa di Alice Smith School berkisar antara 3 tahun hingga 18 tahun.
Kurikulum yang digunakan di sekolah ini sama seperti sekolah internasional Inggris lainnya yakni IGCSE.
Baca Juga: Ini Dia 5 Sekolah SD Terbaik di Provinsi Jambi Versi Data BANSM 2024, Salah Satunya di Daerahmu?
Hal tersebut sejalan dengan fokus sekolah ini yang ingin memberikan pendidikan Inggris yang luar biasa.
Kualitas sekolah ini pun telah teruji dan terbukti dari hasil akademik para siswanya.
77 persen hasil ujian IGCSE siswa di Alice Smith School adalah nilai 7-9.
Selain itu, 86 persen mencapai nilai A hingga B pada tingkat A.
Sekolah ini sekarang dipimpin oleh Sian May yang sebelumnya menjadi direktur sebuah sekolah menengah di Singapura.
Untuk masuk ke sekolah ini, para siswa perlu menunjukkan kapasitas dan kemampuan untuk mendapatkan manfaat dari kurikulum sekolah.
Semua pendaftar diminta untuk menyelesaikan penilaian (yang bervariasi sesuai dengan usia siswa) sebelum tawaran tempat.
Hal ini untuk memastikan kebutuhan mereka dapat dipenuhi di lingkungan sekolah.
Kandidat dinilai secara berkelanjutan, dalam waktu satu bulan setelah lamaran diterima.
Penilaian ini akan memastikan apakah seorang anak harus ditawari tempat atau ditempatkan di kolam tunggu jika tempat tidak segera tersedia.
Dengan segala fasilitas dan kualitas yang mumpuni, tak heran bila biaya pendidikan di tempat ini sangat mahal.
Biaya pendidikan yang perlu anda keluarkan selama setahun berkisar 9.400 USD hingga 22.100 USD atau setara Rp150 juta hingga Rp352 juta.***