Geliat Astra Urun Bangun IKN, 12 Sekolah Negeri Kalimantan Timur Bakal ‘Disulap’ Jadi Pionir Pendidikan Unggul

inNalar.com – Geliat pembangunan IKN tidak hanya berfokus pada infrastruktur saja, fasilitas pendidikan seperti sekolah negeri dan swasta pun telah dipikirkan oleh Pemerintah RI.

Bahkan perusahaan multinasional Astra pun urun sumbangsih dalam membangun pendidikan IKN, Kalimantan Timur.

Melalui Yayasan Pendidikan Astra Michael D Ruslim (YPA-MDR), perusahaan multinasional ini menggalakkan revitalisasi sekolah negeri di daerah sekitar IKN, Kalimantan Timur.

Baca Juga: Biaya Terjangkau, Sekolah Internasional di Tangerang Selatan Ini Diakui Dunia Sebagai Excellent German School

Komitmen tersebut diperkuat melalui prosesi groundbreaking rehabilitasi rumah belajar di daerah Sepaku yang telah dilangsungkan sejak November 2023.

Program rehabilitasi pada satu rumah belajar yang ada di kawasan Ibu Kota Nusantara ini diproyeksikan menjadi institusi model bagi sekolah yang ada di sekitarnya.

Program perbaikan tempat belajar tersebut didukung penuh oleh Presiden RI Joko Widodo. Hal tersebut sebagaimana ditangkap dalam tuturnya sebagai berikut.

Baca Juga: IMABTA UGM Gaet PPI Dunia Kawasan Timur Tengah dan Afrika dalam Giat ‘Pekan Budaya Timur Tengah’

“Kita akan jadikan rujukan sekolah sekitarnya, apalagi telah didampingi oleh Yayasan Pendidikan Astra,” ungkap Presiden Jokowi, dikutip inNalar.com dari Portal Nusantara.

Adapun sekolah negeri yang dimaksudkan di sini adalah SDN 020 Sepaku. Program revitalisasi terhadap sekolah tersebut tidak hanya soal pembenahan infrastruktur.

Rehabilitasi akan dibangun secara menyeluruh mulai dari sarana dan prasarana pendukung pembelajaran sekolah hingga sistem pembelajaran berbasis kurikulum mutakhir.

Baca Juga: Sekelasnya 12 Siswa, Sekolah Ekspatriat Concord College di Inggris Fasilitasnya bak Istana Kerajaan Era Modern

Adapun infrastruktur penting yang akan ada di sekolah negeri sekitar IKN, Kalimantan Timur ini mencakup laboratorium IPA dan TIK, perpustakaan, hingga kelas amphiteater.

Sebagai informasi, yayasan pendidikan yang menjadi sosok pendermawan di balik program revitalisasi tersebut merupakan organisasi besutan perusahaan multinasional.

Perusahaan multinasional tersebut adalah PT Astra International. Organisasi yang berporos pada pembangunan pendidikan ini kian masif membina sekolah negeri di daerah terpencil.

Baca Juga: Sekolah Internasional THINK Global School Ajak Siswa Belajar di 4 Negara Berbeda Tiap Tahunnya, Biaya: Harga Mobil Alphard Lewat!

Menurut kabar teranyar, YPA-MDR tengah membidik sekolah binaan yang tersebar di Kecamatan Bentian dan Damai.

Lebih rincinya, sebanyak 7 sekolah pelosok binaannya tersebar di Kecamatan Bentian, sedangkan 5 sekolah negeri lainnya yang juga tengah dibina Astra tersebar pula di Kecamatan Damai.

Sebagai informasi, kedua kecamatan tersebut terletak di pelosok Kutai Barat, Kalimantan Timur.

Baca Juga: Patok Target Utopis, Investasi Jepang 100 Miliar USD di IKN Gagal, Akademisi: Ada Komunikasi Krisis dari Pemerintah RI

Dalam melangsungkan komitmen revitaliasi fasilitas pendidikan di daerah sekitar Kalimantan Timur, khususnya di IKN, pihak Astra selalu melakukan langkah cermat terlebih dahulu.

Langkahnya diawali dengan pendataan kebutuhan sekolah negeri yang akan menjadi target binaannya agar pembangunan tepat sasaran.

“Kita tidak ingin hanya memberikan bantuan dokumentasi selesai, tetapi YPA-MDR memberikan program yang berkelanjutan,” tutur External Relation Yayasan Pendidikan Astra Michael D Ruslim Anton Dwi Setyo.

Tuturan Anton dikutip inNalar.com dari Portal Pemerintah Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur.

Program keberlanjutan tersebut meliputi pembinaan guru dan sistem pembelajarannya hingga sekolah tersebut mampu mencetak prestasi unggul di daerahnya.

“Program semacam inilah yang selama ini kami tunggu-tunggu,” ucap Bupati Kutai Barat FX Yapan.

Program revitalisasi sengaja dirancang dan dimulai dari pembenahan sumber daya manusia, dalam hal ini adalah guru dan tenaga pendidik.

Menurut Astra, apabila rehabilitasi sarana dan prasarana sekolah dilakukan terlebih dahulu maka ada kemungkinan infrastruktur belum tentu dapat terawat dengan baik.

Oleh karena itu, agar perbaikan dapat berlangsung secara berkelanjutan program pembenahan mencakup sumber daya manusia hingga alat pendukungnya.

Dimulai dari pembenahan SDN 020 Sepaku dan melebar hingga daerah Kutai Barat, diharapkan pembangunan pendidikan di sekitar IKN semakin terlihat nyata.

Sebagai informasi tambahan, sejauh ini Yayasan Pendidikan Astra Michael D Ruslim tercatat telah memiliki 136 sekolah binaan dimana 30.491 siswa dan 2.010 guru telah merasakan langsung manfaatnya.***

Rekomendasi