

inNalar.com – SMA elit yang terletak di dataran tinggi Alpen Swiss ini telah diwariskan oleh satu keluarga secara turun-temurun.
Pendidikan yang berkembang di SMA termewah di Swiss ini telah diturunkan oleh keluarga De Meyer sebanyak tiga generasi.
Meski biaya sekolahnya terbilang elit, keluarga pendiri SMA tertua di Swiss ini memprioritaskan kualitas ketimbang kuantitas.
Demi menjaga visi pendidikan yang berkualitas berbasis ‘holistic education’, total muridnya dipertahankan stabil hingga kini.
Kuota daya tampung siswanya sebanyak 300 murid dan sejak tahun 1910, sekolah ini menjaga rasio antara guru dan siswanya.
Jadi sejak 114 tahun silam, rasio antara guru dan muridnya harus 1 berbanding 4.
“Dalam kelas berukuran kecil dengan rasio guru-siswa 1 banding 4, mereka dengan ahli menyesuaikan program kami dengan kebutuhan dan preferensi individu,” dikutip inNalar.com dari situs resmi sekolahnya.
Hal tersebut dilakukan agar kualitas pembelajaran para siswanya dapat lebih terpantau perkembangannya.
Lantas, siapakah pendiri SMA paling elit di Swiss yang tetap menjaga idealitas pendidikan sekolahnya?
Sosok pendiri filantropis pendidikan ini adalah Pierre de Meyer. Putra yang mewariskannya adalah Jerome.
Sejak sekolah asrama bertaraf internasional ini berpindah ke putranya yayasan pun didirikan untuk menaungi sekolah tersebut.
Nama yayasan tersebut adalah Le Solstice, baru berdiri sekitar tahun 1996 dan didirikan langsung oleh Pierre dan Jerome de Meyer.
Yayasan Le Solstice berhasil didirikan oleh keluarga de Meyer di sebuah kota bernama Ollon di Swiss.
Hingga kini yayasan tersebut berstatus lembaga swasta yang dikelola oleh keluarga hingga setidaknya tiga generaasi.
Sekolah SMA elitnya Swiss ini namanya adalah College Alpin Beau College. Lokasinya tepat berada di jantung Pegunungan Alpen.
Baca Juga: PPDB Jakarta 2024: Jadwal, Cara Daftar, Pemilihan Sekolah dan Tips Sukses
Demi menjaga kualitas dan terus melejitkan reputasi, Beau Solleil berusaha untuk terus memperbaiki infrastruktur.
Meski desain kampusnya sudah tampak modern, tetapi nilai-nilai tradisional masih ditekankan dalam proses pendidikannya.
Jangan salah, Keluarga de Meyer memang ambisi mendidik siswanya memiliki basis akademik yang kuat.
Namun para siswanya ditanamkan bahwa belajar itu tidak hanya di kelas, SMA elit di Swiss ini juga menawarkan program pembelajaran outdoor.
Letaknya berada di Pegunungan Alpen, apa lagi kalau bukan berpetualang untuk bermain ski.
Uniknya, sekolah yang memfasilitasi jenjang SMA ini mengajarkan bahwa mereka perlu belajar dari kesalahan yang dilakukan.
Alih-alih mendidik mereka agar tidak pernah berbuat salah, para pendidik Beau Solleil ini menanamkan bahwa kesalahan adalah hal yang wajar.
Namun dari kesalahan tersebut, para siswanya perlu belajar untuk mempertanggungjawabkan.
Perlu diketahui, siswa yang belajar di SMA termewahnya Swiss ini berasal dari 50 negara yang berbeda-beda.
Sehingga para murid dibiasakan untuk hidup dengan budaya yang berbeda-beda dan saling menjaga layaknya keluarga satu sama lain.
Adapun direktur pertama sekolah elitnya Swiss ini adalah sosok Madame Bluette Ferrier.
Visi pendidikan yang diterapkannya masih menerapkan budaya warisan dari Pierre dan Jerome de Meyer hingga kini.
Kini kepala sekolah pengampu Beau Solleil ini adalah Stuart White.
Dengan pengalamannya mengampu sekolah elit di Inggris dan China ia dipercayakan mengelola sekolah Keluarga de Meyer ini.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi