

inNalar.com – Ikatan Mahasiswa Magister Kajian Budaya Timur Tengah (IMABTA) sukses menggelar KBTT UGM Expo pada Kamis, 13 Juni 2024 pukul 16.00 – 18.00 WIB.
Pada giat sharing session tersebut IMABTA UGM menghadirkan dua dosen senior Prodi Magister Kajian Budaya Timur Tengah, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada.
Kedua dosen senior FIB UGM tersebut, yaitu Prof. Dr. Sangidu M, Hum. dan Dr. Mahmudah, M. Hum.
Pada pertemuan kali ini, para peserta mendapatkan segudang informasi mengenai seluk-beluk program studi Kajian Budaya Timur Tengah.
Pembahasannya mulai dari sejarah dan dinamika prodi yang dahulu masih bernama Kajian Timur Tengah (KTT) hingga ruang lingkup kajian penelitian, serta bocoran info mengenai peluang beasiswa bagi para mahasiswanya.
Perlu diketahui, acara sharing session seputar info perkuliahan ini merupakan rangkaian acara ketiga dari Kegiatan Pekan Budaya Timur Tengah.
Kegiatan kali ini kembali dilaksanakan secara daring via zoom meeting pada pukul 16.00 – 18.00 WIB. Pembahasan acara mencakup informasi terkait pendaftaran hingga peluang beasiswa.
Sedikit bocoran informasi, kegiatan Pekan Budaya Timur Tengah selanjutnya adalah acara Bedah Buku bersama kandidat Doktoral Al Azhar University, Indra Gunawan, Lc., M.A.
Pelaksanaan acara keempat, yakni Bedah Buku, akan digelar pada Kamis, 27 Juni 2024 pada pukul 16.00-17.30 WIB via daring Zoom Meeting di Ruang KBTT UGM.
Pada gelaran KBTT UGM Expo yang diadakan oleh IMABTA UGM ini menghadirkan dua pemateri.
Narasumber dalam acara sharing session kali ini diawali dengan pemaparan selayang pandang KBTT UGM oleh Bapak Prof. Dr. Sangidu, M. Hum selaku Ketua Departemen Antarbudaya FIB UGM.
Kemudian dilanjutkan dengan pemaparan seputar dunia akademik perkuliahan Prodi Magister Kajian Budaya Timur Tengah, yang diterangkan oleh Ibu Dr. Mahmudah, M. Hum.
Baca Juga: Kampusnya Seluas 800 Hektar, Sekolah Menengah Negeri di Inggris Ini Memiliki 11 Asrama Sosial
Para peserta yang hadir pada umumnya merupakan mahasiswa sarjana atau alumni lulusan S1 yang tengah berminat melanjutkan studi pascasarjana di UGM.
Menariknya, para peserta yang hadir dalam acara tersebut sebagian berdomisili di Indonesia dan sebagian lainnya tengah mengenyam pendidikan di Timur Tengah.
Para peserta tampak sangat antusias untuk mendalami minat kajian budaya Timur Tengah di Universitas Gadjah Mada.
Hal tersebut terlihat dari banyak pertanyaan yang disampaikan langsung dalam sesi tanya-jawab.
Sebagai informasi, acara KBTT UGM Expo diinisiasi oleh IMABTA UGM untuk memberikan pemahaman mendalam kepada para mahasiswa, baik di Indonesia mau pun di Timur Tengah mengenai persyaratan pendaftaran program magister.
Pada sesi materi pertama, Prof Sangidu membagikan informasi mengenai kerja sama dan peluang beasiswa yang tersedia. salah satunya seperti ASFA Foundation.
Sebagai selingan informasi, ASFA Foundation diperuntukkan bagi para pendaftar beasiswa yang berlatar belakang kader pesantren.
“Kader pesantren yang direkomendasikan untuk beasiswa ASFA Foundation biasanya adalah mereka yang masuk program magister maupun doktor,” tutur Prof Dr Sangidu, M. Hum.
Lebih lanjut, Prof Sangidu juga berbagi informasi seputar peluang program transfer credit ke beberapa universitas yang ada di Mesir seperti Suez Canal University, Ain-Shams University, dan Benha University.
Perlu diketahui, Program Magister Kajian Budaya Timur Tengah UGM mencakup tiga fokus kajian penelitian, yaitu linguistik, sastra, dan budaya.
Prof Sangidu mengungkap bahwa prodi ini juga sangat terbuka bagi para pendaftar yang memiliki background sarjana studi Islam.
Mata kuliah yang akan diperoleh mahasiswa KBTT UGM dirancang agar lulusannya mampu berkiprah di tiga ranah profesi, di antaranya sebagai berikut.
Mulai dari akademisi seperti dosen dan guru. Kemudian menjadi peneliti seperti editor jurnal juga menjadi tenaga ahli seperti local staff KBRI hingga diplomat.
“Sampai sekarang (Kajian Timur Tengah UGM) sudah meluluskan 170-an master dan 13 doktor,” ungkap Prof Sangidu.
Dr Mahmudah, M. Hum menyebut bahwa prodi KBTT memiliki spesifikasi unik yang berbeda dari prodi yang lainnya.
Uniknya adalah penelitian prodi ini merujuk kepada kajian multidisipliner antarbudaya yang mengaitkan antara budaya Arab dengan budaya negara lainnya, salah satunya Indonesia.
“MENA: Middle East and North Africa (Timur Tengah dan Afrika Utara) serta Turki atau Iran juga boleh, yang penting ada ke-Arab-annya,” pungkas Dr Mahmudah, M. Hum saat menjelaskan terkait ruang lingkup penelitian di KBTT UGM.
Nantinya mahasiswa prodi ini tidak dibatasi hanya mengkaji linguistik dan sastra, tetapi juga dapat mengkaji budaya melalui disiplin ilmu filsafat, antropologi budaya, maupun studi Islam.
Sebagai informasi penting, pendaftaran KBTT UGM gelombang ke-4 akan ditutup pada tanggal 2 Juli pukul 15.00 WIB.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi