

inNalar.com – Saat kita melihat langsung sekolah megah di Inggris ini, pastinya yang langsung terlintas di benak kita adalah kastil kerajaan.
Bangunan megah khas arsitektur kuno Inggris ini mampu memikat mata dari kejauhan sebab keberadaannya cukup mencolok di tengah alam liarnya pedesaan.
Namun tahukah bahwa hamparan lingkungan sekolah megah seluas 101 hektare ini dahulu hanya berupa biara kurtosian mungil.
Sebagai selingan informasi, biara kartusian atau Chartusian Monastery adalah tempat tinggal sekaligus tempat peribadatan para ahli zuhud Katolik Eropa.
Biara Kartusian yang berada di wilayah sekolah ini merupakan hasil pengembangan Ordo Kartusian yang dahulu berpusat di Chartreuse Peranci.
Usai Raja Henry VIII melakukan pembubaran biara, bangunan biara tersebut akhirnya dialihfungsikan menjadi sebuah taman pendidikan baru.
Thomas Sutton, filantropis elit Inggris ini membangun sekolah megah bernama Charterhouse School di pedesaan Godalming, Inggris.
Jika kita melihat tampilan sekolah megah ini, luasnya menghampar hingga 101 hektare. Namun lihatlah bagaimana Charterhouse ini berkembang!
Sosok Sutton mulanya membeli sebidang tanah seluas 27,7 hektare yang masih tersisa bangunan Biara Kartusian dekat Smithfield, London.
Baca Juga: Inilah 3 Universitas Terbaik di Yaman, Ada Almamater Buya Yahya saat Sekolah di Timur Tengah
Pembangunan awal dimulai pada abad keempat belas, hingga akhirnya sekolah megah ini berdiri megah menaungi ratusan siswa di dalamnya.
Namun dikarenakan 120 muridnya membutuhkan tambahan fasilitas tiga gedung asrama, akhirnya sekolah ini dipindahkan ke Deanery Farm Estate yang berada di Desa Godalming.
Berkat dukungan Komisi Sekolah Umum dan Kepala Sekolah William Haig Brown, akhirnya Charterhouse School memiliki tiga bangunan asrama murid laki-laki.
Baca Juga: 3 Kota Terpopuler Kanada, Paling Dilirik Mahasiswa Internasional Ada di Dekat ‘Harta Karun’ UNESCO
Ketiga asrama tersebut bernama Saunderites, Verites, dan Gownboys.
Seiring berjalannya waktu, murid semakin bertambah dan kebutuhan gedung asrama semakin mendesak.
Mulai pada tahun 1921 inilah, Charterhouse School mulai terbangun dengan vibes kastil kerajaan dengan hamparan tanah seluas 101 hektare.
Dengan bertambahnya lahan, terdapat 8 gedung asrama lagi yang dibangun pihak sekolah.
Kini, Charterhouse masih terus mengembangkan visi dan misi pendidikan generasi penerus bangsa Inggris.
Berbagai fasilitas megah pun terlihat di berbagai sudutnya, salah satunya Kapel megah yang didesain oleh Sir Giles Gilbert Scott.
Baca Juga: Biaya Sekolah Tak Semahal Jakarta, Aitchison College Pakistan Punya Fasilitas Bergaya Colosseum Roma
Kapel tersebut menjadi tugu peringatan untuk mengenang hampir 700 warga Kartusian yang tewas dalam perang terbesar di Inggris.
Tidak berhenti ekspansi, Charterhouse School membangun fasilitas studio seni, pusat teknologi, dan gedung teater.
Ruang eksplorasi seni para murid didukung pula dengan gedung teater berkapasitas 235 kursi, panggung pertunjukan musik, hingga ruang pameran seni.
Baca Juga: Padukan 4 Kurikulum, Sekolah Elit di Swiss Ini Siswanya Berasal dari 143 Negara
Tidak kalah elitnya, fasilitas olahraga pun dibangun berlimpah oleh pihak sekolah. Mulai dari stadion atletik, fitness centre, lapangan golf.
Lebih lanjut, terdapat pula 17 lapangan olahraga berumput, 3 lapangan Astroturf berukuran jumbo, hingga 24 lapangan tenis.
Bukan tanpa alasan, Charterhouse School sangat mendukung para siswanya bebas berkespresi dan bereksplorasi dengan kreativitas mereka.
Sehingga segala ruang dan infrastruktur dibuat sangat nyaman demi kebebasan ruang gerak para muridnya yang kini mencapai 935 siswa.
“72 persen murid yang mengikuti ujin GCSE berhasil meraih skor 7-9,” dikutip dari Spear’s 500. Hasil tersebut menunjukkan bahwa tingkat kualitas output pendidikan muridnya di atas rata-rata.
Maka tidak heran pula biaya pendidikan siswanya yang berasrama perlu menyiapkan modal belajar sebesar $60,500 atau setara Rp997,4 juta.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi