

inNalar.com – Ikatan Mahasiswa Magister Kajian Budaya Timur Tengah Universitas Gadjah Mada (IMABTA UGM) gelar ‘Bincang Buku’ pada Kamis, 27 Juni 2024.
Acara ‘Bincang Buku’ IMABTA UGM ini dibersamai oleh seorang narasumber yang merupakan seorang mahasiswa doktoral Al-Azhar University, Mesir.
Adapun buku yang dikulik dalam pembahasan ‘Bincang Buku’ ini berjudul “Ar Risalatu fi Ath Thariiqi ila Tsaqaafatinaa” atau “Catatan Menuju Budaya Kita”.
Baca Juga: Pantes Diincar Idol KPOP, Sekolah Seni Terpopuler di Korea Selatan Ini Punya 4 Jurusan Super Seru!
Buku tersebut ditulis oleh seorang cendekiawan Arab terkemuka asal Mesir bernama Abu Fihr Mahmud Muhammad Syakir.
Rujukan buku yang dibedah kali ini diterbitkan pada tahun 1987 dan penerbitnya, yaitu ‘Hai’ah fil Mishriyyah lilkitaab’.
Bedah buku yang digelar kali ini bertajuk Kebudayaan Arab. Para peserta diajak menyelami bagaimana perkembangan budaya bangsa Timur Tengah.
Baca Juga: 3 Artis Ternama Korea Selatan Berotak Encer, Ada Lulusan ‘Unhar’ yang Paling Curi Perhatian
“Buku Risalah fii Ath-Thariiqi ilaa Tsaqaafatina adalah sebuah risalah atau coretan dalam pembentukan budaya dan tradisi keilmuan di Timur Tengah.
Sebagai informasi, para peserta yang hadir dalam acara IMABTA UGM kali ini sebanyak 44 partisipan.
Antusiasme terhadap acara ini cukup tinggi. Terbukti, warga negara Mesir pun turut hadir menyimak pemaparan sang narasumber.
Narasumber ‘Bincang Buku’ kali ini adalah Indra Gunawan, Lc., M.A. Dahulu ia mengenyam pendidikan di Pondok Pesantren Darussalam, Gontor.
Pendidikan sarjana dan magisternya ia selesaikan di Al Azhar University Mesir jurusan “Tarikh wa Al-Hadharah“.
Adapun jenjang doktoralnya di Al Azhar pun ia menekuni jurusan sejarah Islam.
Indra Gunawan pun dikenal berkat karya-karya fenomenalnya. Di antaranya The Downfall of The Dynasty: Khianat di Tanah Baghdad, Ain Jalut : Against The Myth of Hulagu sebagai karya fiksi.
Kemudian untuk karya bergenre nonfiksi miliknya diantaranya, Legenda Empat Umara, Muhammad Sang Yatim (karya terjemah), Muhammad The Mesengger (karya terjemah) serta Pentashih Muhammad is My Hero.
“Acara ini diharapkan dapat membuka wawasan teman-teman. Tidak hanya menjadi ajang Bincang Buku, tetapi menjadi ajang silaturahim,”ungkap Rizqy Nawwari, Ketua IMABTA UGM.
Pada akhir sesi Bincang Buku, Indra Gunawan memberikan tips agar para pecinta sejarah dapat mempelajari sejarah dari berbagai kalangan.
Sumber literatur yang dibaca, menurutnya, bisa diambil dari sumber Islam sumber pustaka dari Barat.
Namun ia lanjut menekankan bahwa dalam memahami literatur dari Barat maupun Timur, sangat disarankan agar kita dapat menguasai Bahasa Arab maupun Bahasa Inggris.
Sebagai informasi tambahan, acara kali ini diawali dengan ungkapan sapaan ringan dari Ketua Departemen Antarbudaya FIB, Prof. Dr. Sangidu, M. Hum.
Acara Bincang Buku IMABTA UGM ini digelar pada pukul 16.00 sampai dengan 17.45 WIB diselenggarakan secara dari via Zoom Meeting.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi