

inNalar.com – Ada hal unik yang hanya bisa kita temukan di Papua. Kapan lagi kita dapat melihat rumah ibadah yang lokasinya di perut bumi.
Uniknya masjid dan gereja di Papua ini letaknya berdekatan dan berada di kedalaman 1.760 meter perut bumi, kok bisa?
Sangat bisa, memang masjid dan gereja terunik Papua ini sengaja dibangun oleh sebuah perusahaan tambang terkemuka dunia.
Baca Juga: Lahirkan Segudang CEO, Kampus Top Dunia di Amerika Serikat Ini Miliki Infinite Corridor
Jadi keberadaan rumah ibadah yang terletak di bawah tanah ini disediakan untuk para karyawan mereka beribadah.
PT Freeport Indonesia lah perusahaan tambang tembaga dan emas terbesar di dunia yang sengaja membangunkan kedua rumah ibadah tersebut.
Dua rumah ibadah ini menjadi salah satu nilai toleransi beragama yang diterapkan oleh PT Freeport Indonesia.
Tampilan masjid dan gereja pun terbilang unik, karena lokasinya berada di perut bumi alias bawah tanah.
Sehingga tampilan rumah ibadah terunik di Papua ini suasananya layaknya seperti berada di dalam gua.
Di bawah kedalaman tanahnya, kita akan melihat Gereja Oikumene Soteria dan Masjid Al Baabul Munawwar lokasinya berdekatan.
“Kedua tempat ibadah itu berada saling berdampingan. Itulah salah satu fasilitasyang disediakan PT Freeport di Papua bagi karyawannya yang bekerja di sana”, dikutip dari akun instagram KIM For NKRI.
Tampak kedua tempat ibadah tersebut senantiasa dipenuhi oleh para pekerja perusahaan tambang tersebut.
Bangunan yang tetap terlihat industrial tersebut terbilang sangat unik, karena bagian atapnya masih tampak layaknya gua bebatuan.
Kendati demikian, bagian dinding dan lantainya sangat mulus layaknya ruangan pada umumnya.
Jika melihat tampilan ruang Masjid Al Baabul Munawwar , tampak sebuah mimbar sederhana dan seisi ruangannya pun dipenuhi dengan sajadah hijau.
Jemaah wanita dan pria pun dipisahkan oleh sebuah pagar pembatas.
Adapun interior gerejanya pun dibuat layaknya suasana rumah ibadah biasanya.
Terdapat deretan kursi yang menghadap ke arah mimbar dan tampak di salah satu sudut depannya terdapat pohon cemara berhias layaknya pohon nata;.
Melansir dari Freeport Indonesia, rupanya pembangunan masjid dan gereja di perut bumi ini berhasil menembus rekor MURI pada tahun 2017.
Rekor pertama, yaitu berhasil dibangunnya masjid dan gereja yang berdiri di lokasi terdalam 1.760 meter di bawah tanah.
Lokasi pembangunan masjid dan gereja tersebut berada di area tambang bawah tanah DMLZ PT Freeport Indonesia.
Adapun rekor kedua, yaitu sebaliknya masjid kedua yang kepunyaan PT Freeport Indonesia di Papua ini dibangun di ketinggian tertinggi.
Nama tempat ibadah ketiga yang berhasil tembus rekor MURI tersebut adalah Masjid Al A’Raaf.
Masjid kedua ini dibangun di atas ketinggian 3.730 di atas permukaan laut.
Tidak hanya unik, pembangunan rumah ibadah di area pertambangan bawah tanah Papua ini bisa menjadi salah satu contoh sikap toleransi yang patut diapresiasi.***