

inNalar.com – Kunci jawaban mata pelajaan IPA kelas 10 SMA halaman 10-11 Kurikulum Merdeka ini bisa jadi panduan belajar siswa.
Pada pembelajaran buku IPA halaman 10-11 ini, para siswa kelas 10 SMA diminta untuk mencari informasi detail terkait jangka sorong.
Mulai dari skala paling kecil, bagian-bagiannya, hingga cara menggunakan jangka sorong.
Pembasan tersebut tepatnya berada di bagian Aktivitas 1.3.
Agar semakin mudah untuk belajar dan menjawab soal-soal, berikut kunci jawaban IPA kelas 10 SMA halaman 10-11 yang bisa dijadikan referensi.
Berikut ini kunci jawaban mapel Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) kelas 10 SMA/SMK/MA pada halaman 10-11.
Untuk memilih alat ukur yang digunakan dalam kegiatan pengukuran, kalian perlu mempertimbangkan besaran apa yang diukur.
Pada kasus ini, kalian harus memilih alat ukur yang cocok untuk mengukur besaran-besaran baut. Untuk itu, kalian perlu mengetahui cara mengukur menggunakan alat-alat ukur berikut.
Carilah informasi mengenai hal-hal berikut
a. Bagian-Bagian Jangka Sorong
Tuliskanlah nama bagian-bagian jangka sorong beserta fungsinya!
Jawaban:
b. Nilai skala terkecil pada alat ukur
Pada alat ukur jangka sorong terdapat dua skala. Skala yang letaknya di atas (nomor 4) disebut skala utama. Skala utama merupakan skala yang bernilai cm pada alat ukur tersebut.Sementara skala yang letaknya di bawah (nomor 6) disebut skala nonius. Skala nonius merupakan skala mm.
Amatilah jangka sorong pada Gambar 1.7, kemudian tentukanlah nilai skala terkecil dari skala utama dan skala nonius!
Jawaban:
Skala utama: 0,1 mm
Skala nonius: 0,01 mm
c. Nilai ketidakpastian untuk sekali pengukuran
Tentukanlah nilai ketidakpastian untuk pengukuran tunggal menggunakan jangka sorong!
Jawaban:
0,01 cm
d. Cara mengukur menggunakan jangka sorong
Tuliskanlah langkah-langkah pengukuran suatu benda menggunakan jangka sorong!
Jawaban:
1. Persiapan
Pastikan jangka sorong dalam keadaan bersih dan bebas dari debu atau kotoran.
Periksa bahwa jangka sorong dalam keadaan nol (rahang tetap dan rahang geser bertemu tepat di angka nol pada skala utama dan skala vernier).
2. Mengukur Panjang atau Diameter Luar
Buka rahang geser hingga cukup lebar untuk memasukkan benda yang akan diukur.
Tempatkan benda di antara rahang luar (rahang tetap dan rahang geser).
Geser rahang geser hingga kedua rahang menyentuh permukaan benda dengan lembut, tanpa memberi tekanan berlebih.
Kunci posisi rahang geser menggunakan sekrup pengunci untuk menghindari pergeseran.
3. Mengukur Diameter Dalam
Gunakan rahang dalam (rahang atas) jangka sorong.
Masukkan rahang dalam ke dalam lubang atau rongga benda yang akan diukur.
Geser rahang geser hingga rahang dalam menyentuh dinding lubang atau rongga dengan lembut.
Kunci posisi rahang geser menggunakan sekrup pengunci
4. Mengukur Kedalaman
Gunakan tangkai pengukur kedalaman yang terdapat di ujung jangka sorong.
Tempatkan ujung tangkai pengukur kedalaman pada permukaan lubang atau rongga yang akan diukur.
Geser rahang geser hingga tangkai pengukur kedalaman mencapai dasar lubang atau rongga.
Kunci posisi rahang geser menggunakan sekrup pengunci.
5. Membaca Hasil Pengukuran
Lihat angka pada skala utama yang tepat berada di sebelah kiri garis nol pada skala vernier. Ini adalah bagian pertama dari hasil pengukuran (dalam milimeter atau inci).
Cari garis pada skala vernier yang tepat sejajar dengan garis pada skala utama. Angka pada skala vernier yang sejajar ini adalah bagian kedua dari hasil pengukuran (penambahan ketelitian).
6. Menjumlahkan Hasil Pengukuran
Tambahkan angka dari skala utama dengan angka dari skala vernier untuk mendapatkan hasil akhir pengukuran.
Contoh: Jika skala utama menunjukkan 12 mm dan skala vernier menunjukkan 0,5 mm, maka hasil pengukurannya adalah 12,5 mm.
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi