

inNalar.com – Sebuah daratan historis di Sulawesi Utara rupanya memendam mineral berharga emas alluvial.
Berjarak 4 jam dari Manado, daratan historis dipenuhi potensi emas ini berada di kabupaten ‘harta karun’ kepunyaan Sulawesi Utara.
Apakah kamu bisa menebak di manakah daratan historis Sulawesi Utara yang letaknya cukup jauh dari Manado ini?
Baca Juga: UNIK DAN NYATA! Kampung ‘Manusia Kepiting’ Ada di Pedalaman Bone, Sulawesi Selatan
Sebagai informasi terlebih dahulu, terungkap adanya mineral berharga tertunjuk di daerah historikal geografis ini.
Menghimpun informasi dari Badan Geologi Kementerian ESDM, daerah ini memendam potensi emas tertunjuk.
Tertunjuk maksudnya adalah penghitungan potensi mineral berharga ini diestimasikan berdasarkan data yang dapat diandalkan.
Lebih rincinya, ada potensi mineral berharga di pelosok Sulawesi Utara sebanyak 92.500 ton emas, tepatnya di Blok 1.
Lokasi Blok 1 ini berada di satu daerah yang menjadi wilayah bersejarah dari segi geografisnya.
Tahukah bahwa lokasi emas yang dimaksudkan ini berada di sebuah kabupaten yang dahulunya merupakan daratan historis Sulawesi Utara.
Disebut historis karena dahulu daerah ini berupa hamparan bekas danau yang memiliki cekungan besar bak mangkuk raksasa.
Sudah masyhur di tengah masyarakat bahwa daratan historis ini memang penuh dengan kekayaan emas.
Terbukti, daerah yang berada di dekat Manado ini dieksplorasi secara masif oleh perusahaan tambang J Resources.
Inilah Kabupaten Bolaang Mongondow atau yang biasa disingkat dengan Bolmong.
Kabupaten Bolmong luasnya menghampar di daratan historis Sulawesi Utara hingga 8.358,04 kilometer persegi.
“Secara historis geografis (Kabupaten Bolaang Mongondow) adalah bekas danau,” dikutip dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Baca Juga: Pria Bak Harta Karun! Ini Kabupaten dengan Populasi Janda Tertinggi di Jawa Tengah
Bolmong tidak hanya subur dengan galian tambang emas saja.
Kabupaten Bolaang Mongondow juga diandalkan untuk menjadi daerah penghasil beras bagi wilayah Sulawesi Utara.
Kekayaan mineral berharga yang turun-temurun menjadi sumber ‘harta karun’ rakyat daerahnya menjadi salah satu fondasi perekonomian warganya.
Terbukti, tingkat partisipasi angkatan kerja tiga tahun terakhir, yakni 2021 – 2023, terus melaju.
Jika mulanya di tahun 2021 tingkat partisipasi kerja warga di salah satu kabupatennya Sulawesi Utara ini sebesar 62,06 persen.
Maka bisa dilihat laju tingkat partisipasi angkatan kerja terus meroket hingga tahun 2023.
Pada tahun 2023, keikutsertaan warga Bolaang Mongondow dalam banyak lapangan kerja, termasuk bidang pertambangan, menembus 65,5 persen.
Kabar baiknya, peningkatan partisipasi kerja tersebut diiringi dengan tertekannya tingkat pengangguran terbuka di Bolmong.
Menurut BPS 2024, tingkat pengangguran terbuka Bolaang Mongondow di Sulawesi Utara sebesar 4,61 persen.
Angka ini sempat fluktiatif dari tahun 2021 yang mulanya 4,87 persen.
Kemudian meningkat tajam di tahun selanjutnya menjadi 5,21 persen.
Namun kembali menyusut drastis di tahun 2023 dengan tingkat pencapaian yang telah disebutkan sebelumnya.***