Akses Bandara Makin Whoosh! Sumatera Selatan Kini Punya Kereta Ringan Pertama di Indonesia Rp12,5 Triliun

inNalar.com – Kabar gembira bagi warga Sumatera Selatan karena akhirnya masyarakat dapat memiliki kereta ringan pertama di Indonesia.

Lintas Rel Terpadu (LRT) Sumatera Selatan ini akhirnya tersambung dari daerah DJKA hingga Stasiun Bandara.

Kehadiran moda transportasi modern ini disambut bangga oleh warga Sumatera Selatan karena LRT ini didesain bersistem kereta ringan pertama di Indonesia.

Baca Juga: Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP Halaman 4 5 6 7 Kurikulum Merdeka: Menemukan Ide Pokok dan Ide Pendukung

Moda transportasi ini sudah booming sejak momentum Asian Games pada tahun 2018.

Namun, agaknya warga perlu mengetahui lebih lanjut mengenai informasi pelayanannya.

Tahukah bahwa LRT Sumatera Selatan ini melintasi 13 stasiun yang menghubungkan Stasiun DJKA hingga Stasiun Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II.

Baca Juga: Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 8 SMP Halaman 60 Kurikulum Merdeka: Mengidentifikasi dan Menulis Slogan

Rute yang dilewati moda transportasi modern ini panjangnya mencapai 22,3 kilometer.

Sebagai informasi, “Setiap 1 rangkaian terdiri dari 434 Pnp (normal)”, mengutip dari Instagram Kemenhub RI.

Artinya, kapasitas setiap rangkaian LRT dapat mengangkut 434 penumpang dalam skala normalnya.

Baca Juga: Tak Hanya Batu Hijau, Spill 4 Lubang ‘Harta Karun’ Lainnya di Sumbawa Barat: Tereka Emas hingga 3,75 Juta Ton!

Terdapat 6 rangkaian kereta yang dioperasikan secara harian, sedangkan dua unit sisanya hanya digunakan saat diperlukan saja.

Jika warga Palembang berangkat dari DJKA, kini waktu tempuh menuju Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II hanya 49 menit lho.

Perlu dicatat bahwa terdapat jeda tunggu antar kereta sekitar 15 menit.

Baca Juga: Berhias Emas 293 Juta Ton! Daratan ‘Harta Karun’ di Sumbawa Barat Ini Hanya Ada Satu Kerukan Jumbo, tapi…

Adanya infrastruktur kereta ringan kepunyaan Sumatera Selatan ini membuat warga Palembang dapat mengakses banyak destinasi strategis.

Jika warganya hendak bepergian dengan pesawat, mereka bisa berangkat menuju bandara menggunakan LRT ini.

LRT ini juga terhubung dengan layanan bus Damri, moda transportasi yang tentu sangat dibutuhkan warga luar Palembang.

Baca Juga: Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 8 SMP Halaman 58 Kurikulum Merdeka: Mengidentifikasi Iklan Layanan Masyarakat

Selain itu, integrasi layanannya juga terhubung ke akses bus trans Musi Palembang.

Kemudian ada pula transportasi publik feeder yang dapat memudahkan warganya mengakses stasiun LRT ini dari berbagai titik wilayah di Palembang.

Sebagai informasi, rute stasiun kereta ini dimulai dari Stasiun DJKA dilanjut menuju Jakabaring dan Polrestabes.

Baca Juga: Perbandingan Analisis Iklan, Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 8 SMP Halaman 54 Kurikulum Merdeka

Setelah dari Stasiun Polrestabes, rutenya melaju ke ampera, Cinde, hingga Dishub.

Sementara dari Stasiun Dishub, titik penjemputan berikutnya adalah Stasiun Bumi Sriwijaya, dan Demang.

Rutenya berlanjut dari Stasiun Demang ke Garuda Dempo, RSUD, Punti Kayu, Asrama Haji, dan berakhir di Bandara.

Baca Juga: Perbandingan Analisis Iklan, Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 8 SMP Halaman 54 Kurikulum Merdeka

Sebagai informasi tambahan, proyek LRT Palembang di Sumatera Selatan ini nilainya mencapai Rp12,5 triliun, melansir dari KPPIP.

Dengan pelayanan terintegrasi, masyarakat semakin mudah mengakses transportasi publik ini.

Terbukti traffic penumpang transportasi ini meroket hingga 4 juta lebih selama tahun 2023.***

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]