

inNalar.com – Tantangan kasus stunting masih membayangi kampung di pelosok Mamuju, Sulawesi Barat ini. Dua tahun anggaran dana desa berganti, perihal ini masih saja menjadi sorotan.
Bukan hanya tahun ini, asupan dana Rp1 miliar lebih telah digelontorkan spesial untuk kampung di Kabupaten Mamuju ini, terlihat dari rincian PMK Nomor 201/PMK.07/2022.
Namun apa daya, usaha Pemerintah Kabupaten Mamuju masih belum berhenti saat dana desa 2024 mengalir kembali khusus untuk kampung pelosok Sulawesi Barat ini.
Terlihat dari rincian PMK Nomor 146 Tahun 2023, desa dengan tingkat kemiskinan ekstrem ini mendapatkan alokasi anggaran terbaru hingga Rp1,3 miliar.
Mengingat jumlah penduduknya mencapai 3.327 jiwa, menurut data BPS 2023.
Alokasi dasar dana desa 2024 untuk kampung di Mamuju, Sulawesi Barat ini berada di klaster 5.
Sesuai aturan PMK, alokasi pendanaan desa dengan penduduk dalam kisaran 3.001 – 5.000 jiwa mendapatkan aliran dana sebesar Rp670,3 juta.
Meski menjadi desa terluas di Kecamatan Papalang, daerah ini masih saja disorot perihal kasus stunting.
Catatan kasus gizi buruk di desa tersebut sudah terekam dalam data statistik Kecamatan Papalang 2021.
Setidaknya terdapat 7 warga yang tercatat sebagai penderita kekurangan gizi di desa tersebut.
Dana desa tahun anggaran berganti, kampung ini masih fokuskan anggaran tahun 2024 untuk memerangi kasus stunting.
Diungkap dalam dokumen Kebijakan Umum APBD 2024. Kecamatan Papalang sendiri masih mendeteksi sebanyak 3.028 keluarga yang masuk ke dalam garis kemiskinan ekstrem.
Termasuk di dalamnya Desa Bonda yang berada di Kecamatan Papalang. Desa terluas di Papalang ini salah satu yang disorot pemerintah daerah setempat.
Bahkan, Pemerintah Kabupaten Mamuju sendiri masih berupaya menekan 857 keluarga yang tinggal di kecamatan ini sebab resiko stunting kian besar dengan kemiskinan ekstrem tersebut,
“Akibat angka kemiskinan ekstrem di Kabupaten Mamuju yang terhitung cukup tinggi menyebabkan kasus stunting di Kabupaten Mamuju juga meningkat,” mengutip dari dokumen Kebijakan Umum APBD 2024.
Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sulawesi Barat pun tidak tinggal diam.
Kampung di pelosok Mamuju ini dipasok program makan siang bergizi untuk anak balita pada Mei 2024.
Menurut janji Kepala Dinas Ketapang Sulawesi Barat Waris Bestari, program makan siang ini dilangsungkan hingga 4 bulan belakang.
“Akan diberikan selama 4 bulan dengan durasi pemberian 3 kali seminggu dan diberikan sebanyak 50 kali makan siang”, tutur Waris, dikutip dari Pemprov Sulbar.
Anggaran dana desa 2024 yang semakin menggembung hingga Rp1,3 miliar menjadi harapan baru bagi kampung di pelosok Mamuju.
Bukan tidak mungkin jika program positif yang dikhususkan untuk mengatasi stunting konsisten digelar, maka kasus stunting semakin dapat ditekan.***