

inNalar.com – Sebelumnya, para siswa kelas 8 SMP mengulik kunci jawaban artikel ilmiah populer dalam buku Bahasa Indonesia kelas 8 SMP halaman 87.
Kini, para murid kelas 8 SMP juga dapat melihat kunci jawaban Bahasa Indonesia halaman 88 tetntang artikel ilmiah populer.
Namun perlu dicatat, pastikan buku paket Bahasa Indonesia yang kalian gunakan untuk mengungkap kunci jawaban berikut berbasis Kurikulum Merdeka ya.
Kalian dapat membaca teks berjudul “Interaksi Peserta Didik Difabel di Sekolah Inklusi” terlebih dahulu sebelum mengerjakan soal berikut.
Pasalnya, kalian akan diminta untuk mencantumkan kalimat yang dimasukkan ke dalam 3 kategori ciri-ciri artikel ilmiah populer.
Ciri-ciri pertama, yaitu pendapat penulis. Kalian diminta untuk melihat ungkapan mana kah yang menunjukkan opini penulisnya.
Baca Juga: Dampingi Saka Tatal Sumpah Pocong, Farhat Abbas Ungkap Petunjuk Kebaikan Alam Ini Sambil Menangis
Ciri-ciri kedua, yaitu bukti yang mendukung. Kalian diminta untuk melihat ungkapan mana kah yang merujuk pada sumber tertentu dan bersifat valid.
Penggunaan bukti biasanya dimaksudkan sebagai penguat pendapat penulis dalam kaliat sebelumnya.
Ciri-ciri ketiga, yaitu alasan yang mendukung pendapat penulis.
Baca Juga: Di Awal Nantangin, Kini Iptu Rudiana Tolak Tantangan Sumpah Pocong Saka Tatal: Musyrik!
Setelah sang penulis memberikan opini analitisnya, kalimat selanjutnya biasanya disertai dengan alasan khusus di balik pendapatnya.
Berikut ini bocoran jawaban soal identifikasi ciri-ciri artikel ilmiah populer dalam teks yang berada di halaman 86.
Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 8 SMP Halaman 88 Kurikulum Merdeka
Baca Juga: Saka Tatal Sampai Dimandikan saat Sumpah Pocong, Gus Baha: Nabi Muhammad SAW Juga Pernah
Instruksi:
Identifikasi Ciri-Ciri Artikel Ilmiah Populer dalam Teks ‘Interaksi Peserta Didik Difabel di Sekolah Inklusi’
Jawaban:
Informasi dalam teks paragraf pertama
a. Pendapat penulis
Baca Juga: Nasib Saka Tatal Bakal Seperti Ini jika Berbohong saat Sumpah Pocong: Paling Ringan Gila 7 Turunan!
– ada
– kalimat:
“Membicarakan interaksi peserta didik difabel di sekolah inklusi merupakan sesuatu yang menarik.”
“Peserta didik difabel adalah peserta didik yang mengalami keterbatasan, baik dari segi fisik maupun mental.”
“Mereka disebut difabel karena mempunyai kemampuan yang berbeda dibanding anak-anak lainnya.”
– Posisi dalam artikel: paragraf pertama
Baca Juga: Detik-Detik Saka Tatal Lantang Ucapkan Isi Sumpah Pocong, Buktikan Bukan Pembunuh Vina
b. Bukti yang mendukung pendapat
– ada
– kalimat:
“Dikutip dari laman halodoc.com, difabel adalah bentuk halus untuk menggambarkan kondisi seseorang yang mengalami disabilitas atau keterbatasan, baik dari segi fisik, mental, maupun intelektual.”
– Posisi dalam artikel: paragraf pertama
c. Alasan yang mendukung pendapat tersebut
– ada
– kalimat:
“Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Prasetyo (2010: xv), interaksi terhadap peserta didik difabel dapat dilakukan dengan interaksi simbolik atau interaksi menggunakan simbol-simbol, seperti dengan puzzle, gambar, dan simbol-simbol pendukung lainnya.”
– Posisi dalam artikel: paragraf pertama
Informasi dalam teks paragraf kedua
a. Pendapat penulis
– ada
– kalimat:
“Peserta didik difabel sudah selayaknya mendapat layanan khusus saat berinteraksi di sekolah inklusi.”
“Layanan ini seharusnya tidak hanya datang dari guru pendamping, tetapi juga dari semua pihak yang ada di sekolah.”
– Posisi dalam artikel: paragraf kedua
b. Bukti yang mendukung pendapat
– tidak ada
c. Alasan yang mendukung pendapat tersebut
– ada
– kalimat:
“Guru-guru yang bukan guru pendamping, peserta didik yang bukan peserta didik difabel, petugas perpustakaan, penjaga keamanan sekolah, ….”
– Posisi dalam artikel: paragraf kedua
Informasi dalam teks paragraf ketiga
a. pendapat penulis
– ada
– kalimat:
“Jika sewaktu-waktu peserta didik difabel keluar dari sekolah dengan alasan apa pun, masyarakat diharapkan memperlakukan mereka dengan baik.”
“Artinya, semua pihak saling bersinergi menerima keberadaan peserta didik difabel di sekolah inklusi.”
– Posisi dalam artikel: paragraf ketiga
Bukti yang mendukung pendapat:
– tidak ada
Alasan yang mendukung pendapat:
“Apabila sudah ada interaksi yang baik antara peserta didik difabel dan semua pihak di sekolah inklusi, mereka akan merasa nyaman di sekolah.”
– Posisi dalam artikel: paragraf ketiga***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi