

inNalar.com – Pernahkah mengunjungi kota bercitra ‘1001 Air Terjun’ yang letaknya berjarak 580 kilometer dari Banda Aceh?
Belum banyak yang melirik keelokan wisata alam grand canyon kepunyaan kota berjuluk ‘1001 Air Terjun’ di Provinsi Aceh ini.
Bukan di Banda Aceh, tetapi siapa sangka ada percikan surga dunia yang seketika mampu membuat kita takjub saat berpetualang wisata alam di sana.
Kita tidak akan pernah menyadari adanya surga dunia tersembunyi ini jika sosok petualang Arsal Bahtiar tidak mengabadikan ekspedisi Kelana Bentala mereka kepada khalayak.
Melalui akun YouTube-nya, tampak seorang warga lokal mengungkap bahwa hamparan alam di daerahnya masih belum banyak dikenal luas.
Terungkap pula asal-usul penyebutan Kota ‘1001 Air Terjun’ yang melekat pada Kota Subulussalam, Aceh.
Baca Juga: Dana Desa 2024 Rp4,79 Triliun Banjiri 6.497 Gampong di Aceh, 5 Kabupaten Ini Jadi Juaranya!
Kota dengan keindahan perpaduan hijau rimbunnya pepohonan dan aliran sungai cantiknya ini dapat menjadi magnet destinasi healing manis baru bagi para pecinta alam.
“Karena di kita menuju satu lokasi itu nggak satu air terjun. Dua, tiga, bahkan empat,” tutur sosok lelaki berpakaian biru muda saat menjelaskan asal-usul citra wisata alam di kota tempat tinggalnya.
Sebagai selingan informasi, kota dengan hamparan alam surgawi yang satu ini masih terbilang muda.
Baca Juga: MOHON MAAF! Tenaga Honorer Kriteria Ini Ditolak Jadi PPPK oleh MenPAN RB
Pasalnya, Subulussalam merupakan daerah pecahan dari Aceh Singkil dan baru terbentuk sebagai sebuah kota mulai tahun 2007 silam.
Fakta menariknya, selain memiliki hamparan alam yang indahnya tidak akan membuatmu terkira rupanya wilayahnya juga menyandang julukan kota tersepi di Indonesia.
Bagaimana tidak, luas wilayah kota yang melega hingga 1.234 kilometer persegi, melansir dari Sistem Informasi Gampong Aceh.
Dari wilayah luas tersebut, kita hanya akan bertemu dengan 66 orang per kilometernya, itulah mengapa kota ini disebut tersepi di Indonesia.
Lantas, wisata alam air terjun mana yang digadang memiliki keindahan grand canyon khas pesona Aceh?
Catat dulu ya, untuk bisa ke wisata alam ini butuh waktu sekitar 10-15 menit dari pusat Kota Subulussalam ini.
Setelah membelah jalan kabupaten yang telah mulus beraspal, kita akan dibuat kagum dengan pesona wisata alam yang disebut dengan Air Terjun Namo Sampuren.
Sesampainya di sana, palang bertuliskan “Welcome to Pemandian Alam Namo Sampuren SKPC” sebagai penanda lokasi parkir untuk kendaraan roda 2 dan 4 siap menyambut pengunjung dengan hangat.
Objek wisata yang tersembunyi di kota tersepi Indonesia ini mulai menjadi destinasi favorit warga kampung sekitar.
Sebagai informasi, Air Terjun Namo Sampuren berada di Gampong Penuntungan, Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam, Aceh.
Akhir pekan menjadi waktu paling diminati para pengunjung untuk menikmati segarnya aliran air yang tenang di sana.
Tidak hanya memandangi air terjun, kita pun dapat berenang di sekitar sungainya. Namun demi keselamatan, bagi yang belum mahir berenang sebaiknya mengandalkan ban ya.
Jika kita berkesempatan untuk mengunjungi Objek Wisata Alam Air Terjun Namo Sampuren Subulussalam, cobalah pandangi warna unik bebatuan tebing yang mengapit aliran air sungainya.
Keajaiban alam grand canyon di berbagai sudutnya akan semakin menyadarkan kita betapa perlu keindahannya dijaga dengan baik.
Sangat disarankan bagi kalian yang berminat healing sunyi ke wisata alam ini untuk membawa kantong sampah sendiri ya agar tidak ada sampah berserakan di sana.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi