Jokowi Sorot 3 Hal Krusial dalam Realisasi RAPBN 2025, Kunci On Track Keluarkan RI dari Middle Income Trap?

inNalar.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut 3 hal krusial yang perlu diperhatikan demi realisasi Rancangan Undang-Undang tentang Alokasi Pendapatan dan Belanja Negara atau RAPBN 2025 tetap on track keluarkan RI dari middle income trap.

3 hal krusial tersebut disampaikan Jokowi saat dirinya menuturkan pidato resmi tentang RAPBN 2025 beserta nota keuangannya dalam forum rapat paripurna DPR RI yang digelar pada Jumat, 16 Agustus 2024.

Selain 3 hal penting, alokasi anggaran dalam arsitektur tubuh APBN 2025 sendiri akan menjadi fondasi penting demi keluarkan Indonesia dari middle income trap.

Baca Juga: Cara Mudah Cek Kartu Keluarga (KK) Secara Online

Untuk mencapainya, Menteri Keuangan Sri Mulyani pun mengungkap strategi APBN 2025 perlu on track untuk menggapai high income country pada tahun 2045 mendatang.

Salah satu caranya adalah dengan menjaga proyeksi pertumbuhan ekonomi pada rancangan APBN 2025 yang diperkirakan mencapai 5,2 persen.

Selain itu, Pengendalian inflasi pada tataran 2,5 persen dan defisit anggaran 2,53 persen dari GDP, melansir dari Kementerian Keuangan.

Baca Juga: Cara Mengecek Nomor KK Secara Online via WhatsApp Mudah dan Cepat

“APBN terus menjaga dan mendukung transisi politik ini secara smooth dan efektif,” ungkap Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Dalam pidato RAPBN 2025, Presiden Joko Widodo turut membeberkan besaran nominal belanja negara di tahun mendatang.

Menurut rancangan arsitektur RAPBN 2025, Pemerintah RI membagi anggaran Rp3.613,1 Triliun ke dalam beberapa bidang penting.

Baca Juga: Bukti Baru Saka Tatal Disorot Mantan Kabareskrim Polri, Karir Iptu Rudiana di Ambang Kehancuran

Alokasi anggaran terbesar difokuskan pada dana daerah sebesar Rp919,9 triliun.

Sisanya, Pemerintah Pusat akan gunakan dana tersebut untuk menyuntik pembangunan di 6 bidang, apa saja?

Penting untuk diketahui, alokasi pembangunan infrastruktur bukan menjadi prioritas anggaran dalam arsitektur RAPBN 2025.

Baca Juga: CASN 2024 Resmi Dibuka 19 Agustus, Ini Bocoran Formasi PPPK Khusus Tenaga Honorer

Meski alokasi dana sebesar Rp400,3 triliun siap meluncur untuk pemenuhan fasilitas pendidikan, kesehatan, akses konektivitas hingga pelosok, serta hal-hal yang berkaitan dengan pendongkrak pangan dan energi.

Namun terdapat dua bidang lainnya yang jauh mendapatkan perhatian lebih besar dalam RAPBN 2025.

Alokasi anggaran tersebut tertuju pada bidang pendidikan, yakni sebesar Rp722,6 triliun. Upaya peningkatan gizi anak sekolah akan menjadi salah satu agenda penting Pemerintah RI.

Baca Juga: Ada Grand Canyon di Kota ‘1001 Air Terjun’! Percikan Surga Wisata Alam Ini Lokasinya 580 Km dari Banda Aceh

Renovasi sarana dan prasarana sekolah, limpahan program beasiswa, hingga penguatan budaya hingga perguruan tinggi berkelas dunia, serta riset menjadi fokus selanjutnya.

Anggaran RAPBN 2025 terbesar kedua setelah pendidikan adalah berkenaan dengan misi sosial seperti upaya pengentasan kemiskinan.

Sisanya, Pemerintah RI berfokus pada alokasi dana kesehatan sebesar Rp197,8 triliun termasuk pula penanganan stunting masih menjadi sorotan.

Baca Juga: Ironi Dana Desa Rp1,1 M, Pedalaman Aceh Selatan Ini Masih Terisolir: Jalan Rusak hingga Jembatan Gagal Tender

Kemudian anggaran ketahanan pangan sebesar Rp124,4 triliun yang fokusnya adalah bagaimana pasokan pangan tetap berlanjut dan tersedia secara aman bagi kebutuhan nasional.

Lantas, 3 hal apa saja yang menurut Presiden Jokowi sangat penting dalam realisasi RAPBN 2025?

Ketiga hal tersebut mencakup optimalisasi pendapatan, belanja negara yang berkualitas, dan pembiayaan yang inovatif.

Demi perkuat multiplier effects, belanja negara perlu dijaga agar tetap efisien dan produktif.

“Inovasi pembiayaan yang fleksibel dengan kehati-hatian yang tinggi akan terus ditingkatkan,” ungkap Presiden Jokowi.

Inovasi pembiayaan, menurutnya, dapat dilakukan dengan Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

Peran Lembaga Pengelola Investasi dan pendalaman pasar keuangan juga turut menjadi bagian yang dapat menghantarkan RI pada inovasi pembiayaan yang inovatif.

Apabila tiga hal krusial tersebut dimaksimalkan, bukan tidak mungkin komposisi anggaran, proyeksi pertumbuhan ekonomi hingga pengendalian inflasi dan defisit anggaran yang dibeberkan Sri Mulyani akan mengantarkan RI keluar dari middle-income trap dan menuju high income country pada tahun 2045 mendatang. ***

Rekomendasi