

inNalar.com – Simak kunci jawaban Bahasa Indonesia kelas 6 SD/MI halaman 79 bab 3 Kurikulum Merdeka. Berikut selengkapnya!
Materi di halaman 79 Buku Bahasa Indonesia kelas 6 SD terkait dengan teks “Museum Manusia Purba Sangiran”.
Sebelum menjawab soal latihan, siswa kelas 6 akan diminta membaca dan mencatat poin-poin penting teks bacaan pada halaman 77-78.
Baca Juga: Ada Formasi CPNS 2024 KHUSUS Lulusan SMP! Bisa Kerja di Pemda dengan Gaji Mulai Rp1,5 Juta
Pembahasan buku Bahasa Indonesia kelas 6 SD hal 79 ini akan memahami bahwa Museum Sangiran terletak Jawa Tengah.
Selain itu, anak didik juga belajar tentang keberadaan fosil manusia purba dan binatang yang ditemukan di Sangiran.
Diketahui, fosil tersebut berusia antara 1,8 juta hingga 150.000 tahun yang lalu, serta koleksi fosil yang mencapai lebih dari 13.000 item.
Baca Juga: Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Hal 75 Kelas 6 Kurikulum Merdeka: Latihan
Sebagai informasi UNESCO menetapkan Sangiran sebagai situs warisan dunia pada tahun 1996.
Sangiran juga tetap menjadi pusat penelitian arkeologi yang diakui secara internasional.
Sebagai panduan belajar, berikut inNalar.com rangkum kunci jawaba Bahasa Indonesia kelas 6 SD hal 79 untuk meninjau hasil tugas siswa.
Sebelum melihat kunci jawaban di bawah ini, siswa dapat mengerjakan soal-soal latihan secara mandiri terlebih dahulu.
Membaca Hasil Pengamatan
Bacalah dan simak baik-baik teks dan gambar berikut ini
Museum Manusia Purba Sangiran
Museum Sangiran adalah museum yang menggambarkan kisah manusia purba
yang ditemukan di situs penggalian arkeologi Sangiran. Situs ini terletak di
Kabupaten Sragen, sekitar 17 kilometer dari Kota Solo, Jawa Tengah. Fosil-fosil
binatang, manusia purba, dan artefak yang ditemukan di Sangiran berusia 1,8
juta tahun yang lalu hingga 150.000 tahun yang lalu.
Museum Sangiran memiliki tiga ruang pamer, satu ruang audio visual untuk
menonton film sejarah manusia Jawa dan lokasi lahar purba yang memuat
lapisan-lapisan tanah yang berusia jutaan tahun.
Di ruang pamer satu dipamerkan fosil-fosil manusia purba dan binatang yang
ditemukan di situs Sangiran. Koleksi situs Sangiran lebih dari 13.000 fosil. Koleksi
yang dipajang di museum hanya sekitar 30% dari seluruh penemuan di situs
tersebut. Museum Sangiran mempunyai ciri khas sebagai museum yang dinamis
dan saintifik, bukan museum yang statis. Setiap hari ada temuan baru di situs Sangiran. Setiap dua minggu sekali, temuan-temuan baru tersebut dipamerkan.
Ruang pamer dua berisi urut-urutan kehidupan manusia mulai dari manusia
purba sampai dengan manusia modern. Di ruang kedua ini, kita bisa melihat
audio visual yang memperlihatkan proses terjadinya alam semesta, mulai dari
big bang, awal kehidupan, evolusi, dan migrasi. Penelitian manusia purba di
Indonesia yang dipelopori oleh Eugene Dubois pada tahun 1891, dan dilanjutkan
oleh G.H.R Von Koenigswald yang melakukan penelitian pada akhir tahun 1930-
an. Di ruang ini juga terdapat diorama situs penggalian untuk menunjukkan cara
kerja para ilmuwan mencari fosil dan artefak.
Baca Juga: Pendaftaran Dibuka! Rincian Formasi CPNS 2024 Lulusan SMA, Lengkap dengan Gaji dan Tunjangannya
Ruang pamer ketiga berisi patung replika kehidupan manusia zaman Homo
Erectus pada masa kejayaannya. Dalam diorama yang megah, manusia purba
digambarkan hidup bersama dengan berbagai hewan purba baik hewan darat
maupun hewan laut seperti gajah purba, buaya, kerbau, ikan, dan kepiting.
Dengan bantuan komputer, para ilmuwan bisa merekonstruksi wajah dan figur
manusia purba berdasarkan temuan fosil dan artefak.
Situs Sangiran dianggap sangat penting untuk memahami evolusi manusia. Oleh
karena itu, UNESCO menetapkan Sangiran sebagai situs warisan dunia pada
tahun 1996. Sampai sekarang, situs Sangiran merupakan tempat penelitian
arkeologi penting yang menjadi rujukan para ilmuwan di seluruh dunia. Museum
Sangiran didirikan untuk menjembatani para ilmuwan menceritakan kehidupan
manusia pada masa lalu dari temuan- temuan mereka.
Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini untuk membantu kalian menulis laporan hasil pengamatan!
1. Ada berapa ruang pamer di Museum Sangiran? Apa yang membedakannya?
Jelaskan dengan kata-kata kalian sendiri.
2. Salah satu ciri khas Museum Sangiran adalah museum yang dinamis, apa
maksudnya?
3.Kalau kalian menjadi kepala atau direktur sebuah museum, apa saja yang
akan kalian lakukan agar museum kalian menarik bagi pengunjung?
Jawaban:
1. Museum Sangiran memiliki tiga ruang pamer, masing-masing dengan fokus yang berbeda:
– Ruang Pamer Satu: Menampilkan fosil-fosil manusia purba dan binatang yang ditemukan di situs Sangiran. Ruang ini memamerkan sekitar 30% dari lebih dari 13.000 fosil yang ditemukan di situs tersebut.
– Ruang Pamer Dua: Menyajikan urutan kehidupan manusia dari manusia purba hingga manusia modern, dengan tambahan fasilitas audio visual yang menunjukkan proses terjadinya alam semesta, evolusi, dan migrasi. Ruang ini juga memiliki diorama yang memperlihatkan proses penggalian fosil dan artefak.
– Ruang Pamer Tiga: Menampilkan replika kehidupan manusia purba, khususnya Homo Erectus, dalam diorama yang menggambarkan interaksi manusia dengan hewan purba darat dan laut. Teknologi komputer digunakan untuk merekonstruksi wajah dan bentuk manusia purba berdasarkan temuan fosil.
2. Museum Sangiran disebut sebagai museum yang dinamis karena selalu ada penemuan baru di situs Sangiran, dan penemuan-penemuan ini secara berkala dipamerkan di museum. Setiap dua minggu sekali, koleksi museum diperbarui dengan temuan-temuan terbaru, sehingga pengunjung dapat selalu melihat sesuatu yang baru setiap kali mereka berkunjung.
3. Saya akan mengadakan pameran sementara dengan tema-tema khusus yang menarik, seperti teknologi kuno, kehidupan sehari-hari manusia purba, atau hubungan manusia dengan alam.
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi