

inNalar.com – Beredar video demonstrasi ricuh yang berlangsung di Jalan Pemuda kota Semarang pada Senin sore, 26 Agustus 2024.
Aksi demo tersebut diikuti oleh ribuan mahasiswa yang selanjutnya disusul dengan kedatangan siswa SMK/STM.
Demonstrasi ini diduga masih dalam rangka memprotes sistem pemerintahan yang sedang rumit akhir-akhir ini.
Baca Juga: Peluang Emas Honorer! Formasi Besar-besaran Bagi PPPK 2024 Segera Dibuka, Kapan?
Pada saat itu, aparat sudah memasang berupa kawat berduri untuk menutup akses ke Bundaran Taman Indonesia Kaya (TIK) yang menjadi lokasi demonstrasi pekan lalu.
Karena itu, massa berpindah ke depan Balai Kota Semarang di Jalan Pemuda.
Situasi mulai semakin memanas ketika menjelang malam berdatangan siswa SMK/STM.
Saat itu, benda-benda yang berada di sekitar seperti pagar, bahkan kamera CCTV dirusak massa.
Pot dan bambu yang saat itu menjadi senjata pun dilemparkan ke aparat.
Situasi yang mulai tidak kondusif membuat aparat bertindak dengan menembakkan gas air mata.
Baca Juga: Pelamar PPPK 2024 Sebaiknya Jangan Langgar 3 Poin Ini Jika Ingin Lolos Seleksi
Hal tersebut semakin memicu bentrokan hingga massa berlarian dan berlindung ke dalam Mal Paragon yang berada di dekat lokasi.
Karena itu, kericuhan pun mulai terjadi di pusat perbelanjaan tersebut.
Kericuhan semakin meningkat akibat tindakan para aparat yang menimbulkan korban tidak hanya kepada aksi massa, bahkan kepada lansia dan anak-anak yang saat itu berada di sekitar lokasi demonstrasi.
Baca Juga: CATAT! 6 Hal Ini Wajib Diketahui Pelamar CPNS 2024 saat Urus Dokumen dengan E-Materai
Penggunaan alat keamanan aparat pun semakin menimbulkan kemarahan masyarakat karena dianggap tidak setara dan tidak sepantasnya diluncurkan ke warga sipil.
Karena itu, hastag Polisi Brutal (#PolisiBrutal) menjadi trending di platform X.
Menurut informasi, korban yang berjatuhan berasal dari kalangan anak-anak, perempuan, hingga lansia.
Baca Juga: Naas, Kru Sound Horeg Tewas Kesetrum Saat Acara Karnaval di Blora, Jawa Tengah
“demi Allah sakit hati banget dan gak punya ahti Nurani, perang kok sama rakyat? @DivHumas_Polri” respons akun @jaesxc
“info terakhir beberapa temen2 banyak yg dilarikan ke rumah sakit karena pingsan, sesak dll. beberapa kawan2 kita ada yg ditangkap, baik kawan2 dari stm maupun kawan2 mahasiswa. BEBASKAN KAWAN KAMI!!” unggah akun @tehrayaaa
Namun respons yang berbeda bermunculan di platform Instagram. Pasalnya massa dianggap membuat kericuhan karena demonstrasi dianggap tidak beralasan.
Setelah pengumuman fiksasi PKPU yang mengikuti Putusan MK, Sebagian masyarakat berasumsi bahwa massa dirasa tidak perlu lagi melakukan aksi dan malah merusak fasilitas umum.
Baca Juga: Studi Kasus Jessica Wongso: Campur Tangan Media Sebabkan Opini Publik Tak Berimbang, Benarkah?
“Katanya mahasiswa ,tapi kok orasi.nya begitu ???? ga perlu ngrusak fasilitas publik woeyy… itu dibangun jg dari duit rakyat ????” tulis akun @irawijaya__ di akun @kejadiansmg
“Dukung pak polisi…???????????????? Amanke pak, kota semarang ki adem ayem, rasah ono demo2 rak cetho” ujar akun @bgs_brilliant
“apa yg kalian kejar sih… bukan nya udh di batalkan…” komentar akun @faizzachmad***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi