

inNalar.com – Berikut adalah kunci jawaban Bahasa Indonesia kelas 6 SD halaman 115-116 Kurikulum Merdeka. Simak selengkapnya!
Materi pada halaman 115-116 buku Bahasa Indonesia kelas 6 SD terkait dengan teks bacaan Isabel dan Melati Wijsen sebagai aktivis lingkungan.
Pembahasan tersebut mendorong siswa untuk membuat perubahan di lingkungan sekitar.
Baca Juga: Gertak ‘Saya Baru Tembak Mati Teroris’ Ini Polisi yang Paksa Jessica Wongso Ngaku Meracuni Sianida
Siswa kelas 6 SD juga belajar tentang pentingnya menjaga lingkungan, terutama dalam konteks sampah plastik yang mencemari.
Mereka memahami bagaiaman sampah plastik dapat merusak keindahan alam dan ekosistem.
Lebih lanjut, materi Bahasa Indonesia kelas 6 SD Kurikulum Merdeka hal 115-116 juga mengajarkan pentingnya kepemimpinan dan bekerja samna dengan berbagai pihak.
Baca Juga: Deretan Upaya Gagal Otto Hasibuan Cs Untuk Keadilan Jessica Wongso Bak Kepentok Tembok
Termasuk pemerintah dan media untuk mencapai tujuan yang lebih besar.
Sebagai pedoman belajar, berikut inNalar.com sajikan kunci jawaban Bahasa Indonesia kelas 6 SD hal 115-116 Bab 5 Kurikulum Merdeka.
Sebelum menilik jawaban di bawah ini, siswa-siswi dapat menjawab soal latihan secara mandiri.
Pasalnya, kunci jawaban ini dibuat sebagai pedoman belajar dan bersifat pembanding hasil tugas anak didik.
Berikut adalah jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan pada buku Bahasa Indonesia kelas 6 SD halaman 115-116 Bab 5 Kurikulum Merdeka.
1. Siapakah Isabel dan Melati Wijsen?
Jawaban: Isabel dan Melati Wijsen adalah kakak beradik dari Bali yang menjadi aktivis lingkungan dan pendiri gerakan Bye Bye Plastic Bag.
Baca Juga: Eks Kabareskrim Polri Bongkar Rekayasa Kasus Jessica Wongso Kopi Sianida 8 Tahun Silam
2. Di mana kedua bersaudara ini tinggal?
Jawaban: Mereka tinggal di Pulau Bali, Indonesia.
3. Siapa tokoh-tokoh dunia yang menginspirasi Isabel dan Melati?
Jawaban: Tokoh-tokoh dunia yang menginspirasi mereka adalah Nelson Mandela, Martin Luther King, dan Mahatma Gandhi.
Baca Juga: Ritual Unik Rebo Wekasan 1 September: Cara Menyambut Hari Rabu Terakhir Bulan Safar
4. Apa masalah yang dihadapi oleh Isabel dan Melati?
Jawaban: Masalah yang mereka hadapi adalah sampah plastik yang mencemari pantai dan lingkungan di Pulau Bali.
5. Apa yang mereka lakukan untuk memecahkan masalah tersebut?
Jawaban: Mereka membuat gerakan Bye Bye Plastic Bag, mengumpulkan petisi, dan berusaha untuk mendorong Gubernur Bali mengeluarkan peraturan yang melarang penggunaan kantong plastik.
Baca Juga: Dosa Besar Hakim Terbongkar! Tak Ada Bukti Satupun Jessica Wongso Racuni Mirna Pakai Sianida
6. Mengapa banyak orang meremehkan usaha Isabel dan Melati?
Jawaban: Banyak orang meremehkan usaha mereka karena mereka masih anak-anak.
7. Apakah usaha Isabel dan Melati akhirnya berhasil? Bagaimana caranya?
Jawaban: Ya, usaha mereka berhasil. Setelah berjuang selama enam tahun dan melakukan berbagai aksi, termasuk mogok makan, mereka berhasil mendorong Gubernur Bali untuk melarang penggunaan plastik sekali pakai pada tahun 2019.
8. “Kami, anak-anak, mungkin hanya 25 persen populasi dunia, tetapi
kami adalah 100 persen masa depan.” Menurut kalian, apakah maksud
pernyataan Melati dan Isabel ini? Ungkapkanlah dalam bahasa kalian
sendiri.
Jawaban: Pernyataan tersebut berarti meskipun anak-anak hanya merupakan sebagian kecil dari populasi dunia, mereka adalah generasi yang akan menentukan masa depan. Oleh karena itu, penting bagi anak-anak untuk mulai peduli dan berperan aktif dalam menjaga bumi untuk masa depan yang lebih baik.
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi