

inNalar.com – Beberapa hari ini ramai dibicarakan di media sosial soal dugaan larangan dokter memakai hijab di RS Medistra.
Hal tersebut bermula dari beredarnya di media sosial surat protes dari dr Diani Kartini.
Dalam surat protes tersebut, dr Diani Kartini mengungkapkan bahwa adanya kebijakan mengenai pembatasan menggunakan hijab.
Baca Juga: Bagaimana Ending Kasus Jessica Wongso? Otto Hasibuan: Kita Tahu Ujungnya, Semua Tergantung Pada…
Perlu diketahui bahwa dr Diani merupakan dokter spesialis Onkologi yang bekerja di rumah sakit tersebut.
Ia telah mengabdi di rumah sakit internasional tersebut sejak tahun 2010.
Kebijakan pembatasan hijab itu dialami oleh seorang kandidat tenaga kesehatan dalam proses rekrutmen.
Baca Juga: Bongkar Fakta Rekayasa CCTV Kasus Kopi Sianida, Abah Abimanyu: Bisa Direkayasa Kan Cuma Kamera
Dokter spesialis tersebut mengatakan bahwa, perekrut RS Medistra menanyakan kesediaan calon pekerja untuk melepas hijab bila diterima di sana.
Dengan adanya perlakuan diskriminatif tersebut, dr Diani Kartini memutuskan untuk mengundurkan diri dari rumah sakit tersebut.
Dengan begitu, pemberitaan pun sangat ramai di media sosial.
Baca Juga: Bongkar Fakta Rekayasa CCTV Kasus Kopi Sianida, Abah Abimanyu: Bisa Direkayasa Kan Cuma Kamera
Bahkan, RS Medistra menjadi kata kunci yang trending di X Twitter.
Selain itu, mulai muncul ajakan untuk memberi ulasan bintang satu di google untuk RS Medistra.
Ajakan tersebut berawal dari akun @om_AL1802 yang mengajak warganet memberikan bintang satu di ulasan google.
Dari sana, banyak warganet yang pada akhirnya memberikan ulasan jelek dan bintang satu kepada RS Medistra.
Hingga kini, diketahui bahwa rating rumah sakit internasional itu masih ada di bintang 4.
Namun, sudah banyak warganet yang memberikan ulasan jelek dan memberikan bintang satu.
Tentunya hal ini akan sangat memengaruhi reputasi RS Medistra.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi