Menggali Ajaran Sosial Paus Fransiskus yang Sejalan dengan Semboyan Bhineka Tunggal Ika


inNalar.com –
Paus Fransiskus dikenal sebagai pemimpin Gereja Katolik yang memperhatikan isu-isu sosial, mulai dari keadilan sosial hingga perdamaian dunia.

Dengan gaya kepemimpinan yang rendah hati dan pendekatan yang inklusif, ia berhasil menarik perhatian banyak orang, baik di dalam maupun di luar komunitas Katolik.

Ia lahir dengan nama Jorge Mario Bergoglio pada 17 Desember 1936 di Buenos Aires, Argentina.

Baca Juga: Minat Kerja Jadi PNS di Kementerian PUPR? Intip Formasi yang Sepi Peminat Beserta Gajinya Berikut Ini!

Sebelum diangkat menjadi Paus pada 13 Maret 2013, ia telah menjalani kehidupan sebagai pastor, uskup, dan akhirnya kardinal di tanah kelahirannya.

Ia merupakan seorang lulusan Teknik Kimia yang akhirnya bergabung di Seminari Tinggi Keuskupan Villa Devoto untuk memilih jalan imamat.

Paus mengambil nama “Fransiskus” sebagai penghormatan kepada Santo Fransiskus dari Assisi, seorang santo yang dikenal dengan kecintaannya terhadap kemiskinan, perdamaian, dan alam.

Baca Juga: Tragis! Purworejo Terseret ke Posisi Kabupaten Termiskin di Jawa Tengah 2024: PDRB Cuma Tembus…

Sri Paus yang berhasil mengundang decak kagum masyarakat Indonesia dengan kesederhanaannya ternyata memang memilih untuk hidup secukupnya dalam keseharian.

Dirinya juga dikenal selalu menekankan keterbukaan bagi Gereja pada semua komunitas sambil terus menumbangkan isu-isu diskriminasi.

Seperti dalam pidatonya saat bertemu dengan Presiden Joko Widodo hari ini 3 September 2024, ia mengungkapkan kekagumannya pada semboyan Bhineka Tunggal Ika milik Indonesia.

Baca Juga: Eddy Hiariej Tegas Bantah Ada Rekayasa dan Manipulasi di Kasus Jessica Wongso, Ini Alasannya

Paus menyebut bahwa semboyan ini mengungkapkan hal yang nyata tentang segala perbedaan yang kita hadapi sekarang.

Lebih lanjut Paus juga menyanjung pesona Indonesia yang memiliki segudang keaneka ragaman hayati dan terdiri dari gugusan pulau-pulau yang indah.

Masih dalam pidatonya, ia mengungkapkan bahwa Indonesia mampu menyatukan segala perbedaan menjadi sesuatu yang indah bagai sebuah mozaik yang besar.

Baca Juga: Tayang Besok! Film Seni Memahami Kekasih: Refleksi Kisah Cinta Masyarakat Kelas Menengah Dibalut Komedi

Masing-masing potongan keramiknya berbeda namun merupakan unsur tak tergantikan sehingga lahirlah sebuah mahakarya yang luar biasa.

Ajaran sosial Paus Fransiskus, yang menekankan keadilan sosial dan perdamaian, telah menemukan tempatnya dalam konteks Indonesia yang kaya akan keragaman budaya dan agama.

Paus juga menyinggung kerukunan bangsa ini bisa tercapai karena adanya sifat menghargai satu sama lain dengan semangat persaudaraan yang tetap terjaga hingga kini.

Baca Juga: Tak Sadar Ada Sianida di Kopi Mirna, Begini Paniknya Hanie usai Cicipi Minuman Mirna Salihin

Dalam pidatonya, ia juga menyebut adanya cita-cita luhur dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yang hanya dapat dicapai dengan melibatkan unsur ketuhanan.

Selain Bhinekal Tunggal Ika, ia juga menyukai prinsip keadilan sosial dan berkah ilahi yang sejalan dengan prinsip hidupnya selama ini.

Ajaran sosial Paus Fransiskus menawarkan pandangan yang mendalam tentang bagaimana kita bisa membangun dunia yang lebih adil dan damai.

Baca Juga: Saksi Kubu Mirna Salihin dari Australia Sebut Lihat Dua Kepribadian Berbeda dari Jessica Wongso

Dengan menempatkan keadilan sosial, perhatian terhadap kaum miskin, dan perdamaian dunia sebagai inti dari pesan-pesannya.

Melalui implementasi ajaran Paus Fransiskus, Gereja Katolik di Indonesia memiliki kesempatan untuk berperan lebih besar dalam menciptakan perubahan positif.***

Rekomendasi