5 Kabupaten di Jawa Tengah yang Dijuluki Kota Santri, Kendal dan Kudus Tidak Masuk Daftar

inNalar.com – Sebagai salah satu negara dengan pemeluk agama Islam terbesar, Indonesia mempunyai banyak pondok pesantren untuk menyebarkan dakwah dan mendidik generasi muda di berbagai penjuru daerah, termasuk Jawa Tengah.

Sejumlah kabupaten di Jawa Tengah mempunyai julukan kota santri yang merujuk pada jumlah pondok pesantren.

Ada dua kabupaten yang dikenal sebagai kota santri, yaitu Kendal dan Kudus.

Baca Juga: Kabupaten di Jawa Barat ini Miliki Angka Balita Kurang Gizi Paling Banyak: Bisa Tebak?

Kecamatan Kaliwungu, Kendal merupakan wilayah yang banyak didirikan pondok pesantren, bahkan ada yang sudah berumur ratusan tahun, seperti Pondok Pesantren Apik Kaliwungu yang telah ada sejak 1919.

Berbicara tentang penyebaran agama Islam, ada 2 pemuka agama tersohor yang berasal dari Kudus, yaitu Sunan Kudus dan Sunan Muria.

Kabupaten ini mempunyai ratusan pondok pesantren. Salah satu ponpes terbaiknya adalah Pondok Tahfidh Yanbu’ul Quran (PTYQ).

Baca Juga: 4 Kota Besar di Jawa Barat Alami Penurunan Angka Perceraian, Marriage Is Not Scary?

Namun, jika mengacu pada kuantitas yang dicatat oleh BPS Provinsi Jawa Tengah, 2 kabupaten itu tidak masuk dalam 10 besar terbanyak pada periode 2023.

Masing-masing jumlah pondok pesantren di Kendal dan Kudus adalah 114 dan 113.

Lalu, kabupaten mana saja yang memegang predikat sebagai kota santri?

Baca Juga: Bukan Bandung! 10 Kabupaten di Jawa Barat Jadi Wilayah Paling Padat Penduduk

1. Magelang

Menurut perhitungan BPS, Kabupaten Magelang menjadi tempat bagi 297 pondok pesantren. Adapun banyaknya kiai dan santri di daerah ini masing-masing 294 dan 21.118.

Nama-nama pondok santri di Magelang antara lain Darun Najah, Jamiyatul Mubtadiin, Kalimosodo, Mambaul Huda, Nurul Falah, Tarbiyatul Mubtadi’in, Ushuluddin, Yanbutul Ihtim, Daarul Hikmah, dan masih banyak lagi.

2. Pati

Posisi kedua ditempati oleh Kabupaten Pati dengan rincian jumlah 216 pondok pesantren, 1.171 kyai, dan 18.705 santri.

Beberapa pondok terbaik di kabupaten yang berjarak 40 menit dari Kudus ini adalah Pesantren Perguruan Islam Mathaliul Falah. Didirikan oleh KH Abdussalam pada 1912, pesantren ini menyediakan 3 jenjang pendidikan mulai dari MTS, MA, dan IPMAFA. Para santri juga dibekali pendidikan tahfidzul qur’an, dan pendalaman kitab kuning.

Selanjutnya ada Raudhatul Ulum Guyangan yang digagas oleh KH Suyuthu Abdul Qodir. Pesantren ini memfasilitasi pembelajaran Islam melalui fasilitas yang lengkap.

3. Cilacap

Pada tahun 2023, Kabupaten Cilacap memiliki 201 pondok pesantren, 770 kiai, dan 59.592 santri.

Para santri di kabupaten ini bisa belajar di pondok modern dengan biaya terjangkau, seperti Pondok Pesantren Al Ihya Ulumaddin. Pesantren ini populer di kalangan pegawai negeri, wiraswasta, pedagang, petani, hingga nelayan.

Alternatif pondok dengan biaya murah lainnya adalah Pondok Pesantren Miftahul Huda Majenang. Lembaga ini menawarkan pendidikan berbasis formal dan pengajaran ilmu agama dan kitab.

4. Banyumas

Setingkat di Bawah Cilacap ada Kabupaten Banyumas dengan total pondok pesantren sebanyak 193, serta kyai dan santri sebanyak 197 dan 26.497 orang.

Beberapa pondok pesantren yang didirikan di Kota Satria ini adalah Misriu Al Falah, At Tholabah, Darul Hikmah, An Najah, Modern Zam Zam, Roudlotul Qur’an, Baitul Mahmud, dan API Salaf.

5. Jepara

Kabupaten Jepara menempati posisi ke-5 dengan rincian, 182 ponpes, 262 kiai, dan 56.607 santri.

Sementara itu, ponpes yang terkenal di Jepara adalah Pondok Pesantren Darul Falah Amtsilati. Sesuai namanya, pengasuh pondok, Taufiqul Hakim mengembangkan metode membaca kitab kuning bernama Amtsilati.

Ada pula Pondok Pesantren Roudlotul Mubtadiin Balekambang yang menjadi pondok santri tertua di Jepara karena sudah berdiri sejak 1884. Pondok ini selalu berkembang dari segi jumlah santri, sarana dan prasarana, dan jurusan.

Itulah 5 kabupaten di Jawa Tengah yang mendapat julukan kota santri. Berikut daftar kabupaten menurut jumlah yang bertengger di posisi 6-10.

6. Kabupaten Wonosobo – 176
7. Kabupaten Grobogan – 167
8. Kabupaten Pemalang – 164
9. Kota Semarang – 162
10. Kabupaten Temanggung – 152.***

 

Rekomendasi