

inNalar.com – Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada tahun 2023 Jawa Timur dinobatkan sebagai provinsi yang paling banyak produksi bawang merahnya.
Dalam setahun, provinsi yang juga dijuluki sebagai Bumi Majapahit ini mampu mneghasilkan 484.669 ton bawang merah berkualitas tinggi.
Jumlah tersebut hampir mencapai 25 persen dari total produksi komoditas nasional yang mencapai 1.985.233 ton.
Jumlah tersebut dapat dicapai oleh Bumi Majapahit atas kerja keras petani dari berbagai wilayah seperti di Nganjuk, Probolinggo, Malang, Sampang, dan Bojonegoro.
Lalu, apa yang membuat Jawa Timur begitu unggul dalam hal produksi bawang merah?
Sebenarnya, bawang merah bukan hanya satu-satunya komoditas yang menjadikan provinsi ini nomor wahid di Indonesia.
Baca Juga: Jadi Wilayah Tersultan di Jawa Timur, Ternyata Segini Catatan Angka Pengangguran di Kota Kediri
Dalam hal produksi tembakau berkualitas, Jawa Timur juga mampu mencatatkan namanya menjadi yang nomor 1.
Jika dapat ditarik kesimpulan, tanah di Bumi Majapahit ini cukup subur dan kaya akan mineral yang dibutuhkan oleh tanaman untuk tumbuh.
Tanaman ini sendiri membutuhkan iklim tropis yang sesuai untuk dapat tumbuh subur.
Baca Juga: Surabaya Kota ke-6 Sampah Makanan Terbanyak di ASEAN, 10 Ribu Larva Auto Dikerahkan Jadi ‘Pasukan’
Didukung oleh teknologi pertanian yang sudah modern, produksi komoditas ini bisa digenjot semaksimal mungkin.
Selain itu, pemerintah juga hadir mengambil peran dengan menyediakan sarana prasarana yang memadahi dan membuat program-program pendampingan.
Dari masyarakatnya pun sudah memiliki kemampuan bertani bawang merah dari generasi-generasi sebelumnya sehingga kemampuan para petani juga tak diragukan lagi.
Baca Juga: 4 Buah Populer Ini Melimpah Ruah di Nusa Tenggara Barat, Yakin Gak Tergiur untuk Beli?
Namun, keberhasilan ini bukan tanpa tantangan. Harga komoditas ini tidak begitu stabil di pasaran.
Tak hanya itu, perubahan iklim juga menjadi pekerjaan rumah yang seolah tak pernah selesai dan harus dihadapi oleh para petani.
Kendati demikian, produksi komoditas ini mampu memberikan kontribusi yang signifikan pada pertumbuhan ekonomi daerah.
Dengan produksi yang mencapai rtausan ribu ton per tahun, tentu saja akan banyak menyerap tenaga kerja.
Seperti misalnya petaninya, pengolahan hasil pertaniannya, transportasi, dan juga sektor perdagangannya.
Dengan capaian ini, Jawa Timur bisa memasuki pasar ekspor mengingat potensinya yang begitu besar.
Upaya promosi dan sertifikasi perlu dilakukan agar dapat meningkatkan daya saing di pasar internasional.
Selain penerapan teknologi modern, pengembangan pasar ekspor, dan industri pengolahan, potensi lain yang dapat digali adalah pengembangan pariwisata pertanian berbasis bawang merah.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi