Terbongkar! Rahasia Sukses Budidaya Ikan Koi Modal Rp6 Juta Untung Rp800 Juta dalam Waktu Singkat

inNalar.com – Pak H. Wanto adalah seorang pengusaha budidaya ikan koi yang sukses meraih keuntungan sebesar Rp800 juta hanya dalam waktu 10 bulan.

Usaha yang dinamakan Satria Koi ini dikenal karena menawarkan ikan koi berkualitas tinggi. Satria Koi berlokasi di Desa Sumberingin Kidul, Tulungagung, Jawa Timur.

Menurut Pak Wanto, usaha budidaya ikan koi berpotensi menghasilkan keuntungan yang fantastis. Dalam video YouTube milik PecahTelur, ia pun membagikan rahasia sukses bisnis yang telah ia rintis sejak 2010 ini.

Baca Juga: Hoki Seumur Hidup! Modal Omong dan Uang Rp2 Juta, Pria Ini Sukses Beli Lamborghini-Dapet Istri Cakep: Kok Bisa?

Ia mengaku jika melakukan proses penyortiran yang panjang untuk memperoleh ikan koi dengan grade tinggi.

Awalnya, Pak Wanto mendapatkan 3.000 anakan ikan koi dengan modal Rp6 juta yang kemudian dibudidayakan hingga 2 bulan.

Setelah itu, ikan koi yang kurang bagus dijual dan hasil penjualannya digunakan untuk modal pakan ikan koi sisanya.

Baca Juga: Menilik Perkembangan Agama Islam di Bali dalam Angka: Jumlah Penduduk, Pemuka Agama, hingga Tempat Peribadatan

Proses pemilihan itu dijalankan setiap bulan hingga akhirnya menyisakan 25 persen atau sekitar 800 ekor ikan koi berkualitas tinggi.

Ikan koi itu dijual seharga Rp1 juta hingga Rp3 juta per ekor, sehingga ia bisa meraup keuntungan sebesar Rp800 juta dalam kurun waktu selama 10 bulan.

Dengan cara seperti itu, ia tidak perlu merogoh kocek dalam-dalam untuk perawatan dan memberi pakan ikannya.

Faktor lain yang memengaruhi kesuksesan Satria Koi adalah keyakinan bahwa bisnis budidaya ikan koi akan berjalan sukses, serta merawat ikan koi dengan sepenuh hati.

Baca Juga: Nekat Resign Jadi Direktur Bank Bergaji Rp3,59 Miliar, Pria Ini Pilih Jualan Bawang: Begini Nasibnya Sekarang

Satu hal yang tidak kalah penting adalah mempunyai insting yang baik ketika menyortir ikan koi.

Pak Wanto juga tidak pernah menjual ikan koi melalui pihak perantara dan berusaha menciptakan pasar sendiri, sehingga penghasilan yang didapatkan juga optimal.

Di samping itu, ia memastikan mutu ikan koi dalam keadaan bagus dengan melakukan berbagai cara.

Baca Juga: Tinggalkan Pekerjaan Bergaji Ribuan Dolar di Brunei, Wanita Asal Jawa Tengah Ini Pilih Pulang ke Tanah Air Karena…

Pertama adalah dari segi indukan dan pejantan. Misalnya jika mengambil indukan lokal, maka pejantan sebaiknya diambil dari impor. Keduanya tidak boleh dalam satu gen untuk mencegah kecacatan pada anakan ikan koi.

Kolam ikan koi harus dalam keadaan steril dari pepohonan rindang, tetapi juga tidak bisa terkena panas yang berlebih. Warna ikan koi menjadi kusam jika terpapar panas berlebihan.

Kolam, sambung Pak Wanto, diberi aerator (pemutar arus air) supaya ikan bergerak secara agresif, sehingga badan ikan tersebut bisa simetris.

Terlebih, semakin aktif ikan koi, semakin tinggi nafsu makan dan pertumbuhannya dapat terjadi lebih cepat.

Pengobatan ikan koi juga harus dilakukan dengan segera untuk mencegah ikan mati akibat kutu tempel maupun kutu jarum.

Baca Juga: Tips Sukses Mantan Direktur Bank Bergaji Rp3,59 Miliar Sukses Beralih Jadi Pengusaha Bawang dengan Omset Fantastis

Terakhir, kerapatan ikan di dalam kolam perlu diatur. Jika terlalu banyak, kolam akan cepat kotor dan pertumbuhan ikan akan melambat.

Sebaliknya, apabila terlalu sedikit maka bisnis tidak memperoleh keuntungan maksimal.***

Rekomendasi