

inNalar.com – Wali Kota Medan, Bobby Nasution melakukan groundbreaking pada awal tahun lalu untuk pembangunan STA Tower dan Somerset Serviced Residence dengan konsep smart building.
Proyek pembangunan berkonsep smart building ini berlokasi dekat dengan rumah dinas Wali Kota Medan, rumah dinas Pangdam I/BB dan rumah dinas Kapolda Sumut.
Wali Kota Bobby memprediksi bahwa proyek smart building ini tidak hanya sekedar fisik, namun akan memberi gambaran bahwa Kota Medan pembangunannya terus berkembang.
Bobby Nasution juga mengungkap bahwa izin pembangunan Gedung ini sudah dilakukan sejak masa pandemi covid-19.
Konsep bangunan pintar ini merupakan bangunan yang dilengkapi dengan teknologi terkini dengan tujuan untuk meningkatkan efisiensi, kemanan, dan kenyamanan.
“Smart Building adalah bangunan yang dilengkapi dengan teknologi terkini untuk meningkatkan efisiensi, nyaman dan aman dalam melaksanakan penyelenggaraan pelatihan,” dikutip dari BPKP Provinsi Sumatera Utara.
Baca Juga: DPRD Sudah Bentuk Pansus Pemekaran Wilayah, Warga Kabupaten Malang Bisa Bersiap Miliki Wilayah Baru
Rencananya akan dilengkapi pula dengan Building Automation System yang terkomputerisasi untuk mengontrol fasilitas yang ada di bagian dalam.
Terdapat juga bagian Learning Center yang terdiri dari Dormitory, Smart Class, ruang makan, selasar, laboratorium audit juga auditorium.
Gedung ini akan dibangun di atas tanah dengan luas 9.066 m2 dengan konsep smart building dan bangunan tower office yang akan dibangun setinggi 12 lantai juga Somerset Serviced Residence 12 lantai.
Baca Juga: Gunakan Dana Rp1,9 Triliun, Proyek Pembangunan Bendungan di Kupang Ini Dirancang Untuk Air Baku!
STA Tower sendiri merupakan gedung perkantoran (smart office) yang di dalamnya terdapat mall, swalayan dan yang lainnya.
Sementara Somerset Serviced Residence merupakan apartemen modern dengan konsep city garden yang akan menyediakan fasilitas retail sebagai pendukung.
Pembangunan Somerset Serviced Residence sendiri menggunakan konsep desain bangunan dengan mempertahankan kualitas keasrian Kawasan cagar budaya dengan adanya ruang terbuka publik.
Baca Juga: Masuk Janji Manis Cagub Jawa Barat, 21 Kecamatan di Kabupaten Bogor Akan Jadi Wilayah Baru di 2026
Pembangunan smart building ini dinilai penting untuk melakukan pelatihan dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) pengawasan.
Bangunan yang sarat akan teknologi informasi juga komunikasi ini juga mengedepankan kenyamanan dan keamanan yang digunakan untuk mendidik dan melatih para Aparat Pengawasan Internal Pemerintah (APIP).
Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dalam teknis pengawasan dengan sarana dan prasarana yang mendukung kenyamanan bagi peserta pelatihan.
Dalam proyek ini didukung oleh PT Malibu Surya Agung yang memberi dukungan dari segi desain yang juga akan melakkan restorasi bangunan lama.
Dalam proyek ini dinilai perlu adanya pengawasan intern pemerintah yang harus lebih berkualitas.
Deputi Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Bidang Politik, Hukum, Keamanan, Pembangunan Manusia dan Keamanan, Iwan Taufiq Purwanto pun melakukan kunjungan pada 15 September 2024 lalu.
Kunjungan kerja ke lokasi proyek konstruksi pembangunan smart building BPKP provinsi Sumatera Utara ini bertujuan untuk memantau progres pembangunan dan memastikan berjalan sesuai dengan rencana.
Pemantauan ini mencerminkan komitmen BPKP dalam memastikan transparansi juga akuntabilitas khususnya dalam setiap proyek yang dikelola BPKP.
Iwan Taufiq juga mengingatkan untuk menyelesaikan proyek tepat Waktu dan sesuai kontrak yang sudah disepakati.
Dirinya juga mengingatkan untuk mematuhi standar keselamatan juga kualitas material yang digunakan.
Menurutnya, proyek pembangunan smart building ini diharapkan dapat selesai tepat Waktu dan bisa segera memberikan dampak positif pada pelayanan BPKP untuk masyarakat.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi