90 Persen Utang ke China, Proyek Jembatan Rp740 Miliar di Kalimantan Barat Ternyata Molor, Benarkah?

inNalar.com – Memakan waktu lama hingga terasa molor, itulah kata yang tepat untuk menggambarkan pengerjaan proyek jembatan atau jalur penghubung satu ini.

Sebab, gagasan pembangunan jalur penghubung di Kalimantan Barat ini sudah ada sejak 1995, namun baru dibangun 11 tahun kemudian.

Adapun nama jalur penghubung yang dimaksud adalah Jembatan Tayan, yang melintas di Sungai Kapuas di Kabupaten Sanggau.

Baca Juga: Nilai Investasinya Rp2,2 Triliun, Jalan Tol Layang di Makasar Ini Pernah Berhasil Raih Penghargaan Internasional

Meski begitu, pada akhirnya jalur penghubung ini yang berada di Kecamatan Tayan Hilir ini tetaplah terbangun.

Tidak hanya itu, bahkan setelah terbangunnya infrastruktur yang dimaksud, jalur penghubung ini juga diklaim jadi yang terpanjang di Pulau Kalimantan.

Bagaimana tidak, infrastruktur ini panjangnya mencapai 1.440 meter dengan lebar 11 meter.

Baca Juga: Menelan Anggaran Fantastis Rp1,3 Triliun, Bendungan Terbesar di Banten Ini Mengalirkan Berkah kepada Warga Sekitar

Anggaran yang digelontorkan dalam membangun infrastruktur ini pun dapat dibilang banyak, karena mencapai Rp740 miliar.

Ternyata, anggaran dalam membangun jalur penghubung tersebut berasal dari dana utang China.

Dilansir inNalar.com dari pu.go.id, sebanyak 90% anggarannya bersumber dari pinjaman pihak China.

Baca Juga: Raih Empat Penghargaan dari SKK Migas di ICIUOG 2023, Medco Energi Catatkan Kemerosotan Laba pada Triwulan III

Sedangkan, 10% sisa anggarannya ditanggung oleh APBN.

Ditambah, pengerjaan infrastruktur jalur penghubung tersebut juga dikerjakan oleh China Road and Bridge dengan PT Wijaya Kar�ya Tbk (WIKA). (ind).

Seperti yang dijelaskan di atas, pembangunan jalur penghubung ini telah ada sejak 1995.

Baca Juga: Jumlah Aset Melorot hingga Rp2 Triliun, PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) Akuisisi Blok Migas di Oman

Saat itu, juga telah dilakukan study kelayakan agar jalur penghubung di kabupaten Sanggau yang melintas di Sungai Kapuas ini dapat dibangun.

Walaupun begitu, ternyata pembangunan jalur penghubung yang ada di atas Sungai Kapuas ini baru terlaksana 11 tahun kemudian.

Tepatnya, infrastruktur jalur penghubung ini baru dibangun pada tahun 2011.

Baca Juga: Pengeboran Cakup 134 Titik, Ongkos Eksplorasi PT Bukit Asam di Muara Enim Sumatera Selatan Sampai Habis Segini

Proyek pengerjaannya pun cukup lama, karena digarap sekitar 5 tahun, hingga akhirnya rampung pada tahun 2016.

Jika sesuai rencana, proyek pengerjaan jembatan ini seharusnya hanya akan digarap selama 3 tahun.

Akan tetapi, pembangunannya baru diresmikan oleh Presiden Jokowi pada tahun 2016.

Baca Juga: Panjangnya 922 M, Jembatan Lengkung Senilai Rp700 Miliar di Kalbar Ini Ditargetkan Usai Sebelum Jokowi Lengser

Sebagai tambahan, dengan adanya jalur penghubung ini, maka jalur antara perbatasan Indonesia dengan Malaysia juga semakin mudah.

Karena proyek penggarapan jalur penghubung ini juga termasuk rencana pembangunan dari perbatasan yang merupakan agenda Presiden Jokowi.

Selain itu, jalur penghubung ini juga jadi poros dari Jalan Trans Kalimantan yang sebelumnya terpotong karena ada Sungai Kapuas.

Baca Juga: Kapasitasnya 5 Juta TEUs, Pelabuhan Teluk Palu di Sulawesi Tengah Ini Sempat Diambruk Bencana, Biaya Perbaikan Rp900 M Akhirnya Disokong oleh…

Dengan adanya Jembatan Tayan, maka akan ada jalur penghubung dari Kalimantan Timur-Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah-Kalimantan Barat.***

Rekomendasi