

inNalar.com – Proyek jalan tol ruas Jogja – Solo terancam mangkrak. Padahal progres pembangunannya telah mendekati target waktunya.
Pengerjaan jalan bebas hambatan rute Jogja – Solo ini terus digesa Pemerintah lantaran target rampungnya diharapkan Bulan September bisa tercapai.
Meski pembebasan lahan jalan tol Jogja – Solo telah kondusif, tetapi sayangnya kendala justru datang dari daerah Ketingan, Mlati, Sleman.
Diungkap melalui akun Instagram @merapi_uncover, kendala pembangunan tol ini terhalang oleh adanya bangunan makam keramat Kyai Kromo Ijoyo.
Padahal progres pembebasan lahannya jalan tol Jogja – Solo ini diketahui telah mencapai 96 persen.
Sebagai informasi, alokasi anggaran pembebasan lahan untuk seksi rute tol ini memakan biaya Rp2,98 triliun.
Baca Juga: Jadikan IKN Kalimantan Timur Sebagai Kota Spons, OIKN Libatkan Lembaga Riset Belanda Guna Kelola Air
Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) mencatat bahwa seluruh dana pembebasan lahan yang dialokasikan khusus untuk pembangunan jalan tol selama tahun 2022 diketahui telah menyedot anggaran hingga Rp16,04 triliun.
Sementara progres pengerjaan konstruksi jalannya sendiri telah mencapai 53,94 persen.
Harapannya jikalau tidak bisa rampung pada Bulan September, diharapkan paling lambat Bulan Desember 2023 dapat terwujud.
Baca Juga: Simpang Siur Asal-usul Soeharto Bagian Abu-Abu hingga Dekat dengan Para Pengusaha Keturunan China
Target akhir keseluruhan pembangunan jalan tol Jogja – Solo targetnya rampung 2024.
Adapun kendala permasalahan pembebasan lahan makam keramat Kyai Kromo Ijoyo ini agaknya perlu segera dicari solusinya, mengingat deadline pengerjaan yang kian mepet.
Dilansir dari laman Kementerian PUPR, keberadaan jalan tol Jogja – Solo, terutama dari ruas Kartosuro- Purwomartani ini sangat dinantikan oleh masyarakat.
Pasalnya tercatat ada lebih dari 25.000 kendaraan yang sibuk wara-wiri di sepanjang jalan antar kota Jogja – Solo ini.
Terlebih lagi di hari tertentu sering terjadi kemacetan parah, sehingga harapan besar permasalahan pembebasan lahan dapat diatasi agar proyek jalan tol ini tidak mangkrak.
Diketahui ruas seksi 1 akan memiliki jalur sepanjang 42,38 kilometer yang dibangun oleh kontraktor PT Jogjasolo Marga Makmur.
Pengerjaannya akan terbagi menjadi dua tahap, yakni ruas Kartasura – Klaten dan Klaten – Purwomartani.
Jika proyek jalan tol ini terealisasi setidaknya akhir tahun ini, maka target pengerjaannya diharapkan bisa digunakan sampai exit tol Ngawen, Klaten.
Sebagai informasi tambahan, proyek jalan tol dari Solo menuju Jogja bakal menembus hingga akses Bandara NYIA Kulon Progo.
Infrastruktur jalan bebas hambatan ini secara jangka panjang memang dimaksudkan sebagai peningkatan akses dari dan menuju Bandara Internasional Yogyakarta di Kulon Progo, Jogja.
Diharapkan ada solusi bijak dari pihak pemerintah maupun pemilik lahan makam keramat agar Proyek Strategis Nasional dapat segera dimanfaatkan oleh banyak orang.***