90 Persen Gurun Pasir, Negara Djibouti di Afrika Alami Kekurangan Air dan Memiliki Suhu Terpanas di Dunia

inNalar.com – Djibouti adalah salah satu negara kecil yang ada di Afrika Timur. Djibouti saat ini menjadi negara dengan panas sangat ekstrem di dunia.

Wilayah Djibouti sendiri hampir kebanyakan berupa gurun pasir yang tandus.

Hal tersebut menjadikannya memiliki temperatur tinggi dengan suhu rata-rata mencapai 32-41 derajat Celcius.

Baca Juga: Cukup Bahan di Dapur, Ini Cara Buat Racun Tikus Paling Efektif Tanpa Harus Keluar Uang Banyak, Auto Minngat!

Dikutip dari akun YouTube Diczon, masyarakat yang tinggal di negara ini sangat kesulitan dalam mengakses air bersih.

Baik itu untuk kebutuhan minum, mandi, dan berbagai aktivitas lainnya.

Warga setempat juga memiliki kebiasaan unik seperti berbicara dengan volume sangat pelan.

Baca Juga: dr Djaja Surya Atmaja Sebut Sianida Ada di Sekeliling Kita, Ternyata ada di Makanan, Perlukah Kita Waspada?

Tujuannya yaitu agar mereka tidak kehilangan banyak cairan tubuh akibat penguapan saat bersuara.

Dengan volume pelan, maka cara ini cukup efektif untuk menjaga kelembaban tubuh serta menghindarkan diri dari risiko dehidrasi.

Djibouti sendiri memiliki populasi sebanyak 1.106.000 penduduk dengan bahasa resmi  yaitu Arab dan Prancis.

Baca Juga: Kerahkan APBD Rp7 M, Rumah Suku Laut di Daratan Lingga Dipugar Pemprov Kepulauan Riau, Ternyata Alasannya…

Tidak heran jika 94% dari total angka tersebut menganut agama Islam.

Djibouti sendiri menjadi negara yang tidak memiliki sumber air mencukupi. Seperti sungai maupun danau.

90% wilayahnya berupa gurun pasir sehingga menyebabkan proses penguapan begitu tinggi dengan curah hujan rendah.

Hal ini menyebabkan harga air tawar menjadi sangat mahal.

Hujan sangat jarang terjadi hingga akhirnya sumber air alami sangat sulit diperoleh masyarakatnya.

Sebagai cadangan air, penduduk setempat akan melakukan pengeboran sumur dan menampung air hujan.

Meski begitu, sebenarnya Djibouti masih memiliki danau yang cukup terkenal.

Danau Assal menjadi yang terendah di dunia dengan ketinggian hanya mencapai 155 m di bawah permukaan laut.

Hanya saja kehadirannya memiliki tingkat keasinan sangat tinggi sehingga air yang tersedia tidak cocok untuk dimanfaatkan.

Terlebih mandi di Danau Assal hanya akan menyebabkan kulit menjadi gatal-gatal.

Walaupun sempat menjadi ikon wisata di negara Djibouti, masyarakat setempat masih hidup di bawah garis kemiskinan.***

 

Rekomendasi