89 km dari Kota Medan, Desa Adat di Karo Ini Punya Peninggalan Sejarah Berusia Lebih dari 1 Abad, Apa Itu?

inNalar.com – Karo adalah salah satu kabupaten di Sumatera Utara yang adat dan budayanya masih melekat di masyarakatnya.

Salah satu adat dan budaya yang masih bisa dilihat sampai saat ini yakni Desa Adat Dokan Batak.

Secara administratif, Desa Adat Dokan Batak berlokasi di Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, Sumatera Utara.

Baca Juga: Penuh Pesona, Desa Adat Wae Rebo di Flores Jadi Rekomendasi Tempat Berlibur yang Legendaris

Bisa dibilang lokasi dari Desa Adat Dokan ini cukup strategis di antara kota Berastagi dan Danau Toga.

Jika berangkat dari Kota Medan untuk ke Desa ini jaraknya 89 km atau memakan waktu perjalanan sekitar 2 jam.

Dilansir inNalar.com dari Direktori Pariwisata, Desa Budaya Dokan ini adalah desa yang dikenal sebagai desa tradisional dengan penduduknya yang ramah dan menyenangkan.

Baca Juga: Telah Ada Sejak 1871, Rumah Adat Kalimantan Selatan Ini Punya Cara Tersendiri Menentukan Ukurannya, Apa Saja?

Desa ini menjadi salah satu dari tiga desa yang mewakili sejarah dan perdaban budaya Karo.

Dua desa lainnya yang juga mewakili sejarah dan peradaban budaya Karo adalah Desa Lingga dan Desa pececeran.

Setiap tahunnya, Desa Dokan Batak selalu mengadakan acara budaya yang digelar setahun sekali pada bulan April.

Baca Juga: Hidup Tanpa Teknologi dan Listrik, Kampung Adat di Jawa Barat Ini 1 Rumah Tidak Boleh 2 KK, Kenapa?

Acara tahunan di Desa Dokan Batak ini biasa dikenal dengan istilah Perayaan Kerja Tahun.

Salah satu acaranya adalah Gendang Guro-Guro Alon yakni festival musik dan tarian khas Tanah Karo yang mayoritas dimainkan oleh pemuda dan pemudi setempat.

Tak hanya acara tahunan yang digelar, di Desa ini terdapat sebuah peninggalan budaya yang usianya mencapai lebih dari seratus tahun.

Peninggalan budaya tersebut adalah Rumah Adat khas Karo yang biasa disebut Siwaluh Jabu.

Di desa adat Dokan terdapat rumah adat Siwaluh Jabu sebanyak 7 rumah.

Rumah adat Siwaluh Jabu ini berkonsep rumah panggung dan menggunakan material kayu, bambu, dan ijuk.

Meskipun telah berusia lebih dari seratus tahun, rumah adat Siwaluh Jabu ini masih berdiri kokoh hingga kini.

Bahkan, beberapa diantara rumah adat tersebut masih ditinggali hingga saat ini.***

 

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]