80 Persen Berprofesi Pengemis, Warga di Madura Ini Justru Miliki Rumah Mewah hingga 4 Ekor Sapi, Benarkah?


InNalar.com –
Terdapat satu desa unik di daerah Madura Jawa Timur yang dijuluki sebagai kampung pengemis.

Meski dijuluki sebagai kampung pengemis, namun uniknya rumah-rumah dan para warga di tempat tersebut justru nampak hidup dengan layak.

Tepatnya, desa tersebut berada di Desa Pragaan Daya, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Baca Juga: Terdalam se-Asia Tenggara! Danau di Kabupaten Luwu Timur Sulawesi Selatan Ini Punya Gua Unik dan Ikan Purba?

Disebut sebagai kampung pengemis, sebab sekitar 80% warga di desa ini bekerja sebagai pengemis.

Jadi tak heran jika desa di daerah Madura ini disebut sebagai kampung pengemis, dan ramai diberitakan oleh beberapa media masa.

Meskipun dijuluki seperti itu, namun warga di desa ini sebenarnya hidup layak, bahkan hingga ada yang mampu menyekolahkan anaknya hingga di kedokteran.

Baca Juga: Dikelola Konsorsium Tingkat Global, Bandara Terbesar di Batam Kepulauan Riau Siap Perkuat Status Internasional

Saat berkunjung kemari, jangan terkejut jika tiap warganya memiliki kendaraan seperti motor, hingga ada pula yang memiliki mobil.

Dari penghasilan mengemis yang dilakukan, biasanya para warga akan menginvestasikannya ke rumah, kendaraan, atau hewan seperti sapi.

Sebab, ada pula warga yang sampai memiliki 4 sapi, yang didapatnya dari penghasilan dirinya selama mengemis.

Baca Juga: Balikpapan Bakal Punya Kilang Modern Ramah Lingkungan, Proyeknya Raih Dukungan dari 4 Agensi dan 22 Kreditur

Walau jarak tiap rumah di desa tersebut cukup berjauhan, namun diketahui bangunan itu sudah dilengkapi dengan antena parabola, hingga lantai yang sudah berkeramik.

Ditambah lagi jalan akses menuju desa yang mengarah ke luar juga sudah beraspal, kecuali jalan kecil yang tidak dapat dilewati mobil.

Melansir dari kanal YouTube Larasati Channel, jika melihat kondisi kampung di daerah Sumenep tersebut, sebenarnya daerah ini tergolong ke desa yang maju.

Meskipun warga daerah Pragaan Daya sudah hidup berkecukupan dengan fasilitas yang mumpuni, namun masyarakat masih merasa sulit untuk meninggalkan profesi pengemis tersebut.

Alasannya, hal itu dikarenakan warga sekitar di daerah Jawa Timur tersebut tidak memiliki lahan yang dapat digunakan untuk bertani.

Ada pula alasan seperti para warga yang tidak memiliki kemampuan atau keahlian lain untuk dapat menghasilkan uang.

Bagi mereka, pekerjaan ini merupakan sesuatu yang halal, sebab orang-orang memberikan uangnya dengan ikhlas, dan tanpa paksaan.

Wilayah mengemis mereka pun tidak hanya di lingkup daerah Madura, sebab ada pula yang melakukan profesi tersebut hingga Jawa Barat, Jakarta dan banyak lagi.

Walau bagi mereka yang merasa sudah berumur, pekerjaan mengemis ini hanya akan dilakukan disekitar Surabaya atau daerah Jawa Timur.

Tidak hanya memiliki rumah yang mumpuni dan beberapa fasilitas baik di rumahnya, bahkan dari penghasilan tersebut ada pula warga yang sampai bisa menunaikan ibadah Haji. ***

 

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]