8 Perusahaan Stockpile Batubara di Lampung Selatan Kena Protes Warga 3 Desa, Ternyata karena…

inNalar.com – Kawasan industri di Kabupaten Lampung Selatan ramai dikunjungi warga pada Kamis, 7 September 2023.

Setidaknya sejumlah warga dari 3 desa mengajukan protes terhadap 8 perusahaan stockpile batubara yang berada di Kecamatan Tanjung Bintang, Kabupaten Lampung Selatan.

Ke delapan perusahaan stockpile batubara yang berada di Kabupaten Lampung Selatan ini meliputi PT ASP, PT. BAS, PT Garuda, PT Hasta Dwiyustama (HDL).

Baca Juga: Ingin Hidup Terarah dan Sukses? Inilah 8 Prinsip Suku Banjar yang Bisa Dijadikan Motivasi Semangat Kamu

Selain itu, ada PT. PSM, PT Rindang Asia Energi (RAE), PT Surya Bukit Energy (SBE), dan PT Tambang Mulya Jaya.

Lantas, apa alasan warga desa mengajukan keluhan terhadap 8 perusahaan stockpile batubara di Kabupaten Lampung Selatan?

Warga desa yang tinggal di sekitar kawasan industri stockpile batubara tersebut mengeluhkan permasalahan kesehatan akibat debu halus yang ditimbulkan dari aktivitas perusahaan tersebut.

Baca Juga: Gandeng Korea Selatan, Terowongan Bawah Laut IKN Bakal Habiskan Rp3 Triliun dan Mulai Dibangun Tahun 2024

Setidaknya ada tiga desa yang terkena dampaknya, yaitu Desa Sukanegara, Desa Kaliasin, dan Desa Lematang.

Warga ketiga desa tersebut menagih janji 8 perusahaan stockpile batubara tersebut atas kompensasi yang pernah dijanjikan sebelumnya.

Kompensasi yang belum ditunaikan oleh ke delapan perusahaan tersebut inilah yang kemudian mendorong warga desa mendatangi kawasan industri di Kabupaten Lampung Selatan.

Baca Juga: Lenyapkan Dana Fantastis Rp30,8 Triliun, Tol di Bengkulu Ini Bakal Menembus Perut Bukit, Bisa Tebak?

Keluhan warga desa di sekitar kawasan industri stockpile batubara tersebut meliputi permasalahan kesehatan flu dan batuk hingga permasalahan sumber air bersih yang semakin berkurang.

Adapun deretan tuntutan warga terhadap 8 perusahaan stockpile batubara tersebut antara lain kompensasi bantuan pangan berupa beras, pemeriksaan dan pengobatan kesehatan gratis.

Pihak perusahaan pun merespon keluhan warga desa terdampak dengan adanya penandatanganan antara kedua belah pihak.

Baca Juga: Inilah Bocoran Soal PTS atau UTS Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas 7 Semester 2, Dijamin dapat Nilai 100

Berdasarkan hasil kesepakatan tersebut, pihak perusahaan stockpile batubara berjanji akan memenuhi permintaan tiga warga desa di Kabupaten Lampung Selatan.

Sebagai informasi, Provinsi Lampung sendiri memiliki potensi batubara yang cukup besar di beberapa wilayah.

Dilansir dari laman dpmptsp.lampungprov.go.id, potensi terbesar batubara di Provinsi Lampung berada di Bukit Gemuruh, Kabupaten Way Kanan dengan potensi produksinya mencapai 131.250.000 ton.

Baca Juga: Tiket Hanya Rp20 Ribu, Air Terjun di Bogor Ini Tak Kalah Indah Seperti di Islandia, 3 Air Terjun Sekaligus!

Daerah potensial batubara lainnya berada di Kabupaten Lampung Tengah, Kabupaten Mesuji, dan Kabupaten Tulang Bawang Barat.***

 

Rekomendasi