8 Fakta Menarik Tentang Hutan Hujan Tropis yang Berperan Sebagai Penjaga Stabilitas Iklim Global

inNalar.com – Hutan mempunyai peranan penting dalam keberlangsungan banyak makhluk hidup di bumi. Selain berperan sebagai penyedia oksigen, hutan juga menjadi sumber makanan bagi manusia dan hewan untuk bertahan hidup.

Tanpa hutan, masyarakat akan kesulitan memenuhi seluruh kebutuhannya. Mulai dari pangan, sandang, papan, hingga kendaraan semuanya berasal dari hutan.

Hutan hujan merupakan salah satu jenis hutan yang menunjang kelangsungan hidup manusia. Sebagian besar terletak di daerah tropis, hutan ini memiliki banyak pohon yang tinggi dan juga lebat.

Baca Juga: Habiskan Rp278 M, Kalimantan Selatan Punya Ikon Jembatan Baru dengan Desain Lengkung Termegah se-Indonesia

Selain membawa manfaat bagi manusia, hutan hujan ini kini juga terancam rusak. Hutan hujan dapat ditemukan di daerah tropis, di daerah antara Tropical Capricorn dan Tropical Cancer.

Di kawasan ini, matahari bersinar dengan kuat dan mempunyai frekuensi yang sama sepanjang hari hingga sepanjang tahun, yang diartikan hutan ini memberikan iklim yang hangat dan stabil.

Banyak negara mempunyai hutan tropis. Negara-negara dengan jumlah hutan hujan terbesar antara lain yaitu, Brasil, Kongo, Republik Demokratik, Peru, Indonesia, Kolombia, Papua Nugini, Venezuela, Bolivia, Meksiko, dan Suriname.

Baca Juga: Menenangkan Diri Menurut Ustadz Abdul Somad: Ketika Hati Kita Tenang, Semuanya yang Lain Mengikuti

Diketahui. curah hujan di Hutan Tropis itu menerima setidaknya 80 inci hujan per tahun.

Beberapa Fakta menarik terkait Hutan Hujan yang hanya terdapt di iklim tropis:

1. Hutan Hujan Memnilki Kanopi
Kanopi adalah lapisan cabang dan daun yang terbentuk karena rapatnya pepohonan di hutan tropis. Dedaunan membuat lapisan bawah tanah hutan hujan umumnya gelap dan lembab.

Namun, meskipun terdapat naungan terus menerus, permukaan dasar hutan hujan merupakan bagian penting dari ekosistem hutan.

Baca Juga: Ganti Jembatan Usia 30 Tahun, Kalimantan Selatan Bangun yang Baru dengan Desain Lengkung Pertama di Indonesia

2. Hutan hujan Memiliki Keanekaragaman Biota
Hutan tropis mempunyai tingkat keanekaragaman Biota yang tinggi (biodiversity). Biodiversity adalah istilah untuk semua organisme hidup seperti tumbuhan, hewan, dan jamur yang ditemukan dalam suatu ekosistem.

Para peneliti memperkirakan sekitar separuh tumbuhan dan hewan yang ditemukan di bumi hidup di hutan tropis. Hutan hujan adalah rumah bagi banyak tumbuhan dan hewan di planet ini, beberapa di antaranya terancam punah.

Ketika hutan ditebangi, banyak spesies yang terancam punah. Beberapa spesies hutan tropis hanya dapat bertahan hidup di habitat aslinya. Kebun binatang tidak bisa menyelamatkan semua hewan.

3. Hutan Hujan Menjadi Hubungan Simbiosis antar Spesies
Spesies hutan hujan sering bekerja sama. Hubungan simbiosis adalah hubungan di mana dua spesies berbeda mendapatkan keuntungan dengan saling membantu.

Misalnya, beberapa tumbuhan menciptakan struktur hidup kecil dan jalur bagi semut. Sebaliknya, semut melindungi pohon dari serangga lain yang mungkin ingin memakan daunnya.

4. Lantai Hutan Tempat Terjadinya Pembusukan (decomposation)
Dekomposisi atau penguraian adalah proses di mana organisme pembusuk seperti jamur dan mikroorganisme menguraikan tumbuhan dan hewan yang mati serta mendaur ulang bahan dan nutrisi yang berguna.

Sebagian besar hewan hutan hujan berukuran besar ditemukan di lantai hutan. Beberapa di antaranya adalah gajah, tapir, dan jaguar atau macan kumbang.

5. Hutan hujan adalah Ekosistem Tertua di Dunia
Hutan hujan merupakan ekosistem tertua di dunia yang telah ada selama jutaan tahun. Sebagian besar tumbuhan dan hewan masih ada dalam bentuknya yang sekarang dan beberapa telah berevolusi untuk beradaptasi dengan kondisi bumi.

Salah satu hutan hujan tertua adalah Hutan Hujan Daintree yang terletak di Queensland, Australia. Hutan ini berumur sekitar 120 juta tahun dan merupakan ekosistem tertua di dunia.

Hutan seluas 2.600 kilometer persegi ini dihuni oleh tumbuhan yang sangat purba dan merupakan yang pertama ada di Bumi.

6. Hutan Hujan Membantu Menstabilkan Iklim Global
Hutan tropis membantu menstabilkan iklim global dengan menyerap karbon dioksida dari atmosfer.

Emisi karbon dioksida ke atmosfer diperkirakan berkontribusi terhadap perubahan iklim melalui pemanasan global.
Oleh karena itu, hutan hujan berperan penting dalam upaya melawan pemanasan global.

Jika hutan hujan ditebangi, uap air yang masuk ke atmosfer akan berkurang dan curah hujan juga berkurang, yang terkadang menyebabkan kekeringan.

7. Hutan Hujan Membantu Menjaga Sirkulasi Air
Peran hutan hujan dalam sirkulasi air adalah menambah air ke atmosfer melalui transpirasi (di mana hutan melepaskan air dari daun selama fotosintesis).

Uap air ini mempengaruhi pembentukan awan hujan yang melepaskan air ke hutan hujan. Di Amazon, 50 hingga 80% uap air tetap berada di ekosistem perairan.

8. Hutan Hujan Mengurangi Erosi
Akar dan tumbuh-tumbuhan hutan hujan membantu menyatukan tanah. Apabila pohon ditebang, tidak akan ada lagi penghalang yang melindungi permukaan tanah dan tanah akan cepat tersapu oleh air hujan.

Proses penarikan tanah ini disebut erosi. Air yang dialirkan ke sungai akan menimbulkan masalah bagi ikan dan manusia.

Ikan akan kesulitan jika air menjadi keruh, sedangkan manusia akan kesulitan bergerak di saluran yang lebih dangkal karena meningkatnya tanah di dalam air.

Selama masa ini, petani akan kehilangan lapisan atas tanah yang penting bagi pertumbuhan tanaman. ***

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]