

inNalar.com – Kelaparan semakin parah di Jalur Gaza dan lebih dari 700 ribu warga Palestina di Gaza Tengah dan Utara sedang menghadapi kematian akibat kelaparan.
Kelaparan di wilayah jalur Gaza yang menjadi tempat tinggal 2,4 juta orang semakin memburuk dari hari ke hari,
Masalah ini sangat akut di wilayah Gaza dan Gaza Utara yang menandakan terjadinya bencana kemanusiaan global yang dapat mengakibatkan kematian banyak orang.
Baca Juga: Ingin Pelihara Anabul tapi Takut? Ini 5 Anjing Terbaik Untuk Pemula yang Perawatannya Mudah
Berbagai pihak juga menuntut agar Israel dan komunitas internasional mencabut pengepungan Jalur Gaza.
Mereka juga menuntut agar mengizinkan kedatangan 10 ribu truk berisi bantuan kemanusiaan selama dua hari ke depan.
Hal ini mungkin akan dilakukan jika adanya kesepakatan gencatan senjata antara Israel dengan Hamas.
Baca Juga: Bisa Berakibat Fatal, Ini 7 Makanan yang Tidak Boleh Diberikan Kepada Anjing
Namun, nyatanya pada Selasa, 20 Februari 2024, AS kembali memveto rancangan resolusi Dewan Keamanan PBB mengenai perang Israel-Hamas.
Mereka menghalangi tuntutan gencatan senjata kemanusiaan segara karena justru mendorong badan beranggotakan 15 negara itu untuk menyerukan gencatan senjata sementara.
Gencatan senjata terkait dengan pembebasan sandera yang ditahan oleh Hamas.
Baca Juga: Sangat Langka, Terkuak Penyebab Ilmiah Kucing Belang Tiga (Calico) Jantan Sangat Jarang Ditemukan
Tiga belas anggota dewan memberikan suara mendukung rancangan undang-undang yang disusun ALjazair.
Ini merupakan veto ketiga AS terhadap rancangan resolusi sejak dimulainya konflik pada 7 Oktober.
Dilansir inNalar.com dari asiaone.com, Washington juga menggunakan hak vetonya untuk memblokir amandemen rancangan resolusi pada bulan Desember.
Baca Juga: Go Hyun Jung Sedang Dalam Pembicaraan untuk Bingtangi Drama Baru Berjudul ‘Namib’
Duta Besar AS untuk PBB Linda Thomas-Greenfield memberi isyarat pada hari Sabtu bahwa AS akan memveto rancangan resolusi tersebut.
Hal tersebut dikhawatirkan akan membahayakan perundingan antara AS, Mesir, Israel dan Qatar yang berupaya menengahi jeda perang dan pembebasan sandera. oleh Hamas di Jalur Gaza.
Menuntut gencatan senjata segera dan tanpa syarat tanpa kesepakatan yang mengharuskan Hamas melepaskan sandera tidak akan menghasilkan perdamaian yang bertahan lama.
Sebaliknya, hal itu bisa memperpanjang pertempuran antara Hamas dan Israel.***