

inNalar.com – Sejumlah jalan tol baru dan lama akan kembali di lelang di awal pemerintahan Presiden Prabowo.
Setelah Rokorbangwil di Kantor Kementerian PU, Jakarta, Jumat (9/11/2024), Direktur Jenderal (Dirjen) Pembiayaan Insfratruktur Kementerian Pekerja Umum (PU) Triono Jumasmono mengungkapkan sejumlah proyek tol akan dilelang tersebut tersebar di berbagai wilayah Indonesia termasuk pulau Jawa dan Bali.
Salah satu yang disinggung adalah Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi di Bali.
Baca Juga: Pengin Untung Tapi Buntung, Amerika Serikat Rugi 12 Miliar USD Gegara Megaproyek Ambisius Gagal ini
Menurut Triono saat ini proses lelang tol tersebut sudah masuk tahap prakualifikasi dan Tol Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap (Getaci) yang kembali akan dilelang mengingat belum ada pemenang lelangnya.
Proyek tol yang baru yang masuk proses lelang misalnya Tol Bogor-Semprong via Parung yang tinggal memasuki penetapan pemenang.
Dalam waktu dekat juga akan menyusul di lelang Tol Sentul Selatan-Karawang untuk jalan Tol Bogor-Semprong via Parung ini sudah proses lelang tinggal penetapan pemenang.
Kemudian, nilai proyek tol Bogor-Serbong adalah sekitar Rp8,9 triliun untuk Proyek tol Sepanjang 31,12 kilometer.
Mega proyek Jalan Tol Sentul Selatan-Karawang Barat menghabiskan dana hingga Rp33,3 triliun dengan panjang 60,36 kilometer.
Ia menjadwalkan proses lelang tersebut selesai dan dibangun tahun 2025.
Baca Juga: Sepadan dengan Harga Rp508 Miliar? Begini Pesona Jembatan Layang Terindah di Sumatera Barat
Mengenai tol dalam kota Bandung, ia menyebut proyek tersebut bakal lanjut dan sedang dilakukan studi kelayakan serta akan ada perbaikan-perbaikan dari trase yang lama.
Selain itu, Triono akan melanjutkan proses lelang Jalan Tol Caringin Puncak Cianjur
Proses pembangunan studi kelayakan itu ditargetkan rampung pada 2025.
Jika proyek tersebut rampung dan dinilai memenuhi syarat, maka akan langsung dilelangkan.
Lebih lanjut, sudah sejak lama merencanakan pembangunan tol puncak yang akan terbentang Sepanjang 52 kilometer.
Tol puncak tersebut akan terhubung dengan tol exit yaitu Tol Bogor-Ciawi-Cigombong (Bocimi) yang kemudian disambungkan ke Cianjur.
Baca Juga: BRI Tingkatkan Layanan Bank Kustodian dengan Fitur Multi-Share Class untuk Akses Keuangan Lebih Luas
Kepala BPJT Danang Pariket mengatakan, estimasi biaya awal ditaksir sebesar Rp24,37 triliun.
Pembangunan proyek Jalan Tol Caringin Puncak Cianjur awalnya merupakan prakarsa badan usaha yang dilakukan oleh PT Matrasarana Arsitama fan Swoosh Capital CFT.
Dalam kajian awal biaya investasi tersebut dibutuhkan untuk pembangunan seksi 1 sepanjang 11,6 kilometer memakan biaya hingga Rp3,1 triliun.
Seksi 2 sepanjang 6,9 kilometer memerlukan dana sekitar Rp2,4 triliun.
Selanjutnya seksi 3 sepanjang 6,9 kilometer membutuhkan biaya kontruksi sekitar Rp8,02 triliun.
Sementara seksi 4 sepanjang 7,3 kilometer memerlukan anggaran kontruksi sebesar Rp1,68 triliun.
Terakhir seksi 5 sepanjang 16,3 kilometer mebutuhkan biaya sekitar Rp9,07 triliun.***(Ummi Hasanah)
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi